Esmaeil Baghaei Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan tindakan dan solidaritas internasional setelah rumah sakit dan sekolah terdampak serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
“Terus menyerang daerah pemukiman tanpa pandang bulu, tanpa terkecuali rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, maupun monumen budaya,” kata Esmaeil Baghaei seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Iran menganggap serangan yang berdampak pada sekolah dan rumah sakit sebagai tindakan yang keji dan disengaja.
“Tindakan-tindakan ini merupakan perbuatan yang disengaja yang melakukan kejahatan paling keji yang menjadi perhatian internasional. Sikap acuh tak acuh terhadap ketidakadilan yang terus berlanjut dan ekstrem ini hanya akan semakin memperburuk masa depan umat manusia dengan membahayakan nilai-nilai bersama yang menjadi landasan komunitas global kita,” ujarnya.
Pir Hossein Kolivand Kepala Perhimpunan Bulan Sabit Merah menuliskan surat kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Katanya, Pir Hossein menuntut lembaga tersebut mengeluarkan kecaman eksplisit terhadap serangan yang berdampak pada anak-anak, pusat pendidikan dan medis.
“Perhimpunan Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran, sebagai anggota gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah global, menyatakan komitmen penuhnya terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan, ketidakberpihakan, dan kemandirian, dengan menekankan bahwa pusat-pusat yang rusak tersebut tidak memiliki tujuan militer,” ungkapnya.
Dikabarkan sejumlah rumah sakit di Iran rusak akibat serangan udara AS-Israel dan korban telah dievakuasi pihak berwenang. Meski dilaporkan ada kerusakan, tapi belum ada laporan soal serangan langsung terhadap rumah sakit di Iran.
Di Teheran, serangan besar merusak sejumlah pusat medis di dua wilayah. Informasi itu berdasarkan laporan resmi, rekaman media sosial, dan penelusuran lokasi yang dilakukan Al Jazeera.
Video yang disiarkan media pemerintah Iran memperlihatkan kerusakan signifikan di pintu masuk dan sekitar Rumah Sakit Gandhi di utara Teheran, setelah sebuah proyektil menghantam area dekat bangunan tersebut.
Mohammad Raeiszadeh, kepala Dewan Medis Iran mengatakan, in-vitro fertilisation department mengalami kerusakan. Sehinggga staf terpaksa memindahkan sel dan embrio dari departemen tersebut.
Departemen tersebut rusak setelah militer Israel menyerang bangunan yang menampung Stasiun Televisi Pemerintah Iran Channel 2 dan antena komunikasi di dekatnya.
Sedangkan Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku tengah memverifikasi kerusakan di rumah sakit di Iran.
Sementara itu Iran juga terus menembakkan rudal dan drone ke seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah dan kota-kota di Israel.(lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
