Pemerintah Iran menegaskan Selat Hormuz tidak boleh dijadikan arena unjuk kekuatan militer oleh negara-negara di luar kawasan.
Kazem Gharibabadi Wakil Menteri Luar Negeri Iran menegaskan, keamanan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab negara-negara yang berada di kawasan, sehingga kehadiran kekuatan militer asing dinilai berpotensi memicu ketegangan baru.
“Selat Hormuz bukanlah panggung bagi kekuatan-kekuatan di luar kawasan untuk memamerkan kekuatan militer. Sebagai kekuatan yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, Iran memperingatkan agar tidak ada aktivitas militer apa pun di jalur perairan yang sensitif ini,” kata Gharibabadi melalui platform X.
Dilansir dari Antara pada Sabtu (4/7/2026), pernyataan tersebut disampaikan setelah Gharibabadi mengutip pernyataan bersama pemerintah Inggris dan Prancis yang menyatakan kesiapan kedua negara untuk mengerahkan misi militer multinasional yang lebih luas guna mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Merespons rencana tersebut, Iran kembali menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz harus dijaga oleh negara-negara pesisir tanpa campur tangan kekuatan militer dari luar kawasan.
“Mereka yang menciptakan krisis akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan nekat mereka. Ini adalah peringatan serius,” tegasnya.
Di sisi lain, hubungan Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni.
Kesepakatan tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Masoud Pezeshkian Presiden Iran dan Donald Trump Presiden Amerika Serikat.
Nota kesepahaman itu menjadi landasan bagi kedua negara untuk mengakhiri konflik berkepanjangan melalui jalur diplomasi dan perundingan.
Dokumen tersebut mencakup sejumlah agenda penting, mulai dari penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi ekonomi, penyelesaian isu nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga pengaturan sistem keamanan kawasan yang lebih luas. (ant/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

