Iran menghentikan sepenuhnya pasokan gas ke Irak yang selama ini digunakan untuk menjalankan pembangkit listrik karena aksi militer, Rabu (18/3/2026) waktu setempat. Imbasnya, Irak kehilangan lebih dari 3.000 megawatt dari jaringan listrik nasional.
“Akibat eskalasi kawasan, pasokan gas Iran ke Irak sepenuhnya terputus satu jam yang lalu sehingga mengakibatkan hilangnya sekitar 3.100 megawatt listrik,” kata Ahmed Musa Juru Bicara (Jubir) Kementerian Kelistrikan Irak, seperti dikutip Antara.
Musa mengungkapkan, pasokan gas dari Iran telah turun dari 19 juta meter kubik menjadi nol, menyebabkan penurunan produksi listrik yang cukup besar.
Sementara menurut Iraqi News, gangguan ini terjadi setelah serangan AS-Israel terhadap fasilitas ladang gas South Pars dan infrastruktur listrik Asaluyeh, Iran.
Untuk diketahui, pasokan gas dari Iran memenuhi kebutuhan Irak untuk mengoperasikan pembangkit listrik gabungan di wilayah tengah dan selatan yang padat penduduk sebesar 30 hingga 40 persen.
Sebelumnya pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan berbagai kerusakan dan merengut nyawa banyak warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan tempat fasilitas militer milik AS di seluruh Timur Tengah.
Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan penghentian lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Penghentian lalin itu berpengaruh terhadap ekspor dan produksi minyak kawasan tersebut.(ant/ily/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
