Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah Israel melakukan serangan lagi ke Lebanon, hingga membuat ratusan warga meninggal dunia, Kamis (9/4/2026).
Melansir Anadolu, sejumlah kapal besar sedang terdampar di Selat Hormuz. Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran (IRIB) mengatakan, jika kapal-kapal itu ingin melewati Selat Hormuz, mereka harus mengoordinasikan pergerakan mereka dengan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam dan menggunakan rute yang telah ditentukan.
Sebelumnya, Amerika Serikat-Israel dan Iran telah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan untuk membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari.
Meskipun pejabat Iran dan Pakistan mengatakan bahwa perjanjian itu juga mencakup Lebanon, Israel bersikeras mengatakan bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata dan melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran di seluruh negeri pada hari Rabu (8/4/2026) kemarin.
Diberitakan sebelumnya, Israel kembali melakukan serangan udara besar-besaran ke Lebanon, Rabu (8/4/2026), tepatnya di daerah Dahiyeh, sebelah selaran Beirut.
Melansir Antara, ledakan keras terdengar jelas dan asap mengepul dari area yang menjadi sasaran serangan Israel.
Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.
Serangan pada Rabu tercatat sebagai “gelombang terbesar” sejak pecahnya konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pada Senin (2/3/2026).
Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat serangan Israel sedikitnya dilaporkan 254 orang, termasuk 92 di Beirut.
“Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan,” kata Rakan Nassereddine Menteri Kesehatan Lebanon.
Serangan-serangan tersebut terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat pada Selasa (7/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan guna membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak akhir Februari lalu.(kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
