Senin, 26 Januari 2026

Israel Akan Buka Perlintasan Rafah Setelah Pencarian Jasad Sandera di Gaza

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kondisi Rafah yang hancur akibat serangan genosida Israel di Jalur Gaza. Foto: Al Jazeera

Israel menyatakan akan membuka kembali perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir, hanya setelah operasi pencarian jasad sandera Israel terakhir di Jalur Gaza selesai dilakukan.

“Pembukaan perlintasan Rafah bergantung pada kembalinya seluruh sandera yang masih hidup serta upaya maksimal, 100 persen, dari Hamas untuk menemukan dan mengembalikan seluruh sandera yang telah meninggal dunia,” kata Kantor Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel, Minggu (25/1/2026), dalam pernyataannya.

Melansir Al Jazeera, sebelumnya pada hari yang sama, Hamas mengumumkan telah menyerahkan lokasi jasad Ran Gvili tentara Israel, yang disebut sebagai sandera terakhir Israel di Gaza. Informasi itu disampaikan seiring dimulainya tahap kedua gencatan senjata di wilayah tersebut.

Abu Obeida Juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, mengatakan pihaknya telah menyerahkan lokasi jasad Gvili dengan “transparansi penuh” dan mengklaim telah memenuhi seluruh kewajiban sesuai kesepakatan gencatan senjata.

“Kami sepenuhnya berkomitmen untuk menutup persoalan ini secara permanen dan tidak memiliki kepentingan untuk menunda-nunda. Sikap ini lahir dari kepedulian kami terhadap kepentingan rakyat kami. Dalam kondisi yang sangat kompleks dan hampir mustahil, kami berhasil menemukan dan menyerahkan jasad tawanan musuh dengan sepengetahuan penuh para mediator,” ujar Abu Obeida.

Ia juga mendesak para mediator internasional untuk menunaikan tanggung jawab mereka dan memaksa Israel melaksanakan seluruh poin yang telah disepakati.

Sementara itu, kantor Netanyahu menyebut operasi besar-besaran tengah dilakukan di sebuah pemakaman di Gaza utara untuk mencari jasad Gvili. “Upaya ini akan terus berlangsung selama diperlukan,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Militer Israel juga mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dilakukan di wilayah yang disebut sebagai yellow line, zona yang memisahkan posisi pasukan Israel dan pejuang Palestina di Gaza.

Ran Gvili diketahui merupakan bintara di unit elite Yassam Kepolisian Israel. Ia tewas dalam pertempuran pada 7 Oktober 2023 saat serangan yang dipimpin Hamas ke wilayah Israel. Jasadnya kemudian dibawa ke Jalur Gaza.

Dalam proposal perdamaian Gaza yang digagas Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), Hamas diwajibkan mengembalikan seluruh sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Namun, proses pencarian jasad sandera terakhir ini mengalami hambatan akibat kerusakan parah di Gaza serta larangan Israel terhadap penggunaan alat berat di wilayah tersebut.

Meski jasad Gvili belum ditemukan, Steve Witkoff utusan khusus AS untuk Timur Tengah, pada pekan lalu menyatakan bahwa gencatan senjata telah memasuki tahap kedua. Tahap ini diperkirakan mencakup pembukaan kembali perlintasan Rafah, dimulainya rekonstruksi Gaza, serta proses pelucutan senjata Hamas.

Pada Minggu, Witkoff juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Jared Kushner menantu Trump, telah bertemu Netanyahu di Israel untuk membahas situasi Gaza.

Di tengah proses gencatan senjata, serangan Israel di Jalur Gaza masih terus terjadi. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina tewas dalam dua insiden terpisah, sementara empat orang lainnya terluka akibat serangan drone Israel di Gaza City.

Petugas medis menyebutkan, dua orang tewas akibat serangan Israel di wilayah timur lingkungan Tuffah, Gaza utara. Sementara satu korban lainnya, seorang pria berusia 41 tahun, tewas di Khan Younis, Gaza selatan.

Sebelumnya, drone Israel dilaporkan meledak di atap sebuah gedung bertingkat di Gaza City, menyebabkan empat warga sipil yang berada di jalan sekitar lokasi mengalami luka-luka. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 26 Januari 2026
30o
Kurs