Selasa, 20 Oktober 2026

Israel Luncurkan Tujuh Serangan Udara di Lebanon Selatan

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Gambaran Kota Kafr Rumman, bagian dari Provinsi Nabatieh di Lebanon selatan, yang rusak setelah diserang tentara Israel. Foto: Antara

Pesawat tempur Israel dilaporkan meluncurkan tujuh serangan udara terhadap sejumlah permukiman dan wilayah di Lebanon selatan, pada Senin (19/10/2026) waktu setempat.

“Pesawat Israel menyerang wilayah Lembah al-Khujayr dan pinggiran permukiman Kfar Tebnit. Dua serangan udara lainnya dilancarkan ke permukiman Hodeita dan pinggiran Barashit, sementara satu serangan menghantam pinggiran Talousa,” kata sumber militer Lebanon, melansir Antara, Selasa (20/10/2026).

Menurut sumber, sejauh ini sedikitnya tujuh serangan udara telah tercatat di lima distrik di wilayah selatan negara tersebut.

Pasukan Israel terus melancarkan operasi militer di Lebanon selatan sejak awal Maret dan masih menguasai sebagian wilayah perbatasan.

Pihak Israel telah menetapkan lebih dari 55 permukiman di dekat perbatasan sebagai zona penyangga, sehingga warga setempat dilarang kembali ke rumah mereka.

Sebelumnya, pada Senin (12/10/2026) lalu, Unit penerbangan, artileri, dan darat Israel menyerang 17 permukiman dan empat lembah di wilayah selatan Lebanon.

“Pesawat Israel menyerang Lembah Al-Hujeir, bangunan kayu tak berpenghuni di pinggiran Nabatiyeh El Faouqa, dan permukiman Mansouri, Tallouseh, dan Kfar Tebnit,” katanya.

Disebutkan bahwa artileri Israel juga menghantam Kfar Tebnit, Mansouri, Beit Yahoun, Majidiyeh, Haddatha, Khiam, Zawtar El Charqiyeh, Beit Lif, Nabatiyeh El Faouqa, daerah Kfarchouba, dan pinggiran Baraachit. Selain itu, lembah Zebqine, Khansa, dan Slouqi juga menjadi sasaran.

Menurut sumber tersebut, militer Israel melancarkan serangkaian peledakan terkendali besar-besaran di kawasan Kfarkela ke arah Taybeh, dan di antara Taybeh dan Aadshit El Qsair.

Lebih lanjut, pasukan Israel juga melepaskan tembakan senapan mesin ke Rchaf di pinggiran Haddatha, dan wilayah Mansouri, Beit Yahoun, dan Meiss El Jabal.

Perjanjian kerangka kerja antara Lebanon dan Israel yang disepakati pada 26 Juni dengan mediasi AS mengatur pemulihan kendali militer Lebanon secara bertahap atas wilayah selatan negara tersebut. Pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata non-negara, dan penarikan pasukan Israel dari wilayah-wilayah yang telah disepakati juga termasuk di dalamnya.

Meskipun sudah ada kesepakatan, Israel masih terus membombardir wilayah Lebanon dengan alasan perlunya mencegah pembangunan kembali infrastruktur militer Hizbullah, pergerakan persenjataan, dan serangan baru terhadap pasukan dan daaerah perbatasan Israel.(ant/kir/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
34o
Kurs