Israel mengumumkan penutupan seluruh jalur perlintasan di wilayah Palestina mulai, Minggu (1/3/2026), hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan itu diambil di tengah meningkatnya konflik akibat serangan militer bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT), otoritas Israel yang mengatur urusan sipil di wilayah Palestina.
Dalam pernyataannya, COGAT menyebut penutupan dilakukan setelah evaluasi situasi keamanan pasca operasi militer yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran.
“Setelah penilaian situasi, dan menyusul operasi yang diluncurkan oleh tentara Israel dan Amerika (terhadap Iran), diputuskan untuk menutup seluruh perlintasan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, termasuk perlintasan Rafah, mulai besok hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian isi pernyataan tersebut yang dikutip Anadolu.
Penutupan berlaku bagi seluruh warga Palestina, kecuali mereka yang memiliki izin sebagai “pekerja vital”. Kelompok tersebut masih diperbolehkan melintas melalui sejumlah jalur tertentu, meski tidak dirinci lokasi perlintasannya.
Pihak Israel mengklaim, kebijakan penutupan jalur menuju Gaza tidak akan memengaruhi kondisi kemanusiaan di wilayah kantong tersebut.
Sementara itu, situasi keamanan di Tepi Barat dilaporkan sempat memanas. Ledakan besar terdengar di sejumlah wilayah tak lama setelah sirene peringatan berbunyi di beberapa permukiman Israel.
Luay Arziqat Juru Bicara Kepolisian Palestina mengatakan pihak berwenang menerima laporan jatuhnya serpihan rudal di empat lokasi berbeda di Tepi Barat. Namun, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material yang dilaporkan.
Sebelumnya pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran dengan alasan untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran. Sebagai respons, Iran menargetkan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menggunakan rudal dan drone.
Pemerintah Israel kemudian menetapkan status “keadaan darurat khusus dan segera” secara nasional.
Di sisi lain, Iran berjanji akan memberikan respons keras atas serangan tersebut dan terus meluncurkan serangan balasan ke arah Israel serta aset militer AS di kawasan.(bil/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
