Tarek William Saab Jaksa Agung Venezuela menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) ke Caracas pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat, melanggar seluruh perjanjian internasional.
Menurut Saab, serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dilakukan dengan menyasar target-target sipil.
Saab mengecam keras tindakan militer itu dan menyebutnya tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Dilansir dari Antara, Saab juga menuntut kejelasan terkait keberadaan Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan Cilia Flores istrinya.
Dia meminta bukti bahwa keduanya masih hidup serta menegaskan pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang terjadi terhadap presiden Venezuela.
Jaksa Agung Venezuela itu juga menyebut bahwa situasi yang menimpa Maduro dan istrinya sebagai penculikan, dan mendesak agar tindakan tersebut segera dihentikan.
Lebih lanjut, Saab menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional untuk dapat bersuara.
Dia meminta agar komunitas internasional tidak tinggal diam terhadap serangan yang telah menimbulkan korban sipil serta dugaan penculikan terhadap kepala negara Venezuela dan istrinya. (ant/saf/faz)






