Aries mengatakan, peserta WorldSkills berasal dari dua jalur seleksi, yakni melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berlangsung secara berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional, serta seleksi langsung oleh industri melalui InaSkills yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Seluruh peserta yang telah ditetapkan sebagai kontingen WorldSkills, mengikuti Training Center (TC) bersama industri sebagai bagian dari persiapan menuju WorldSkills Competition Shanghai 2026.
Program TC sendiri, telah dimulai sejak April 2026 di China dan akan dilanjutkan dengan sparing di Korea Selatan pada Juli 2026.
“Durasi latihan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang kompetensi,” imbuhnya.
Aries mengatakan, sebagian peserta Indonesia telah memiliki pengalaman bertanding di WorldSkills ASEAN, bahkan ada yang berhasil meraih medali emas sebelum melaju ke WorldSkills Competition tingkat dunia. Pengalaman tersebut menurutnya jadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Shanghai.

NOW ON AIR SSFM 100

