Jawa Timur menjadi penyumbang kontingen terbanyak Indonesia pada ajang WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026.
Dari total 21 kontingen Indonesia yang akan berlaga pada kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia tersebut, tujuh di antaranya berasal dari Jatim.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan, WorldSkills Competition merupakan ajang bergengsi dengan tingkat persaingan tinggi karena diikuti peserta terbaik yang berasal dari sekolah vokasi, perguruan tinggi, maupun dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kompetisi tingkat internasional itu menurutnya, juga menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi Jatim sekaligus implementasi kerja sama antara satuan pendidikan dengan industri.
“Kita ingin mengetahui sejauh mana kompetensi lulusan pendidikan vokasi serta implementasi kerja sama dengan DUDI dalam penyusunan kurikulum. Dengan begitu, kesenjangan kompetensi yang masih ada dapat diidentifikasi dan diselaraskan dengan standar global,” katanya pada Minggu (5/7/2026).
Aries mengatakan, peserta WorldSkills berasal dari dua jalur seleksi, yakni melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berlangsung secara berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional, serta seleksi langsung oleh industri melalui InaSkills yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Seluruh peserta yang telah ditetapkan sebagai kontingen WorldSkills, mengikuti Training Center (TC) bersama industri sebagai bagian dari persiapan menuju WorldSkills Competition Shanghai 2026.
Program TC sendiri, telah dimulai sejak April 2026 di China dan akan dilanjutkan dengan sparing di Korea Selatan pada Juli 2026.
“Durasi latihan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang kompetensi,” imbuhnya.
Aries mengatakan, sebagian peserta Indonesia telah memiliki pengalaman bertanding di WorldSkills ASEAN, bahkan ada yang berhasil meraih medali emas sebelum melaju ke WorldSkills Competition tingkat dunia. Pengalaman tersebut menurutnya jadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Shanghai.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berharap para wakil Jatim meraih prestasi sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan vokasi yang dibangun melalui kolaborasi antara sekolah dan dunia industri.
“Selamat berjuang dan bertanding anak-anakku. Tunjukkan kompetensi terbaik kalian. Bawa bangga nama kalian, nama orang tua kalian, dan nama Jawa Timur di kancah internasional,” ujarnya.
Seperti diketahui, tujuh wakil Jatim yang akan memperkuat kontingen Indonesia berasal dari berbagai SMK di Malang, Sidoarjo hingga Ponorogo.
Seluruhnya akan bertarung dalam WorldSkills Competition Shanghai 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22-27 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai, China.
Kompetisi tersebut akan mempertemukan lebih dari 1.400 talenta muda dari lebih dari 70 negara yang akan bersaing dalam 64 bidang kompetensi, mulai dari manufaktur dan teknologi rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, konstruksi, transportasi dan logistik, seni kreatif dan fesyen, hingga layanan sosial dan personal. (ris/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

