Tumpeng tempe raksasa setinggi 13/14 meter menjadi mewarnai Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026, Minggu (1/2/2026). Di mana acara ini terdapat beragam kegiatan sosio-kultural yang sarat nilai tradisi.
Tradisi ruwat desa atau sedekah bumi digelar meriah oleh masyarakat Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Tumpeng tempe raksasa dibuat dari sekitar 3 kuintal kedelai yang disusun secara bergotong royong oleh warga setempat. Setelah didoakan, warga berebut tumpeng tempe tersebut. Tumpeng itu dipercaya membawa berkah bagi siapa pun yang mendapatkannya.

Selain itu ada juga 31 tumpeng hasil bumi lainnya, yang dibawa masing-masing RT. Mulai dari hasil pertanian, pekerbunan, sampai hasil perikanan.
Berdasarkan keterangan tertulisnya, Nawari Camat Krian mengucapkan penghargaan terhadap masyarakat yang berpatisipasi dan terus menjaga keberlangsungan budaya setempat. Katanya, pelestarian tradisi berefek positif pada daya tarik wisata daerah.
Tidak hanya melestarikan budaya dan menjadi daya tarik wisata, tradisi ruwat desa juga jadi ajang sedekah dan bentuk rasa syukur masyarakat.

Tradisi ruwat desa juga dianggap menyatukan masyarakat, lewat kebersamaan menjalankan seluruh proses.Rangkaian ruwat desa telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, mulai dari istighosah, barikan Khotmil Qur’an, pagelaran wayang kulit, hingga pasar jajanan tradisional.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi doa bersama dan perebutan tumpeng di lapangan desa. Tradisi tumpeng tempe raksasa tersebut terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Sedengan Mijen, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sidoarjo. (lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
