Radio Suara Surabaya menerima laporan dari tiga orang pendengar pada periode Maret sampai awal April 2026 terkait layanan ibadah umrah PT. Hanan Nusantara yang keberangkatannya belum jelas.
Masing-masing dari pendengar berinisial LA pada tanggal 11 Maret 2026, pendengar berinisial LH pada 2 April 2026, dan AR pada 3 April 2026.
LA pada Rabu (11/3/2026) menanyakan apakah dia harus membayarkan sejumlah uang lagi, setelah pembayaran awal sejumlah Rp60 juta belum ada kejelasan.
Kemudian LH pada Kamis (2/4/2026) lapor bahwa dia dan suaminya sudah mendaftarkan diri untuk ibadah umrah dengan sistem menabung untuk pembayarannya.
Pada 27 Februari 2024 LH setor Rp5 juta. Kemudian pada tahun 2025, saat ada rejeki, dia datang lagi ke perusahaan travel haji dan umrah itu untuk menanyakan pelaksanaan ibadah umrah terdekat.
“Kami ditawarkan berangkat umrah Januari 2026. Biayanya Rp31.250.000 per orang. Kalau mau berangkat Januari, harus lunas satu bulan sebelumnya atau Desember 2025. Jadi 15 November 2025 kami setor Rp20 juta, lalu 26 November 2025 Rp12.500.000, dan 6 Desember 2025 sudah lunas,” kata LH saat mengudara di Suara Surabaya.
Total uang yang LH bayarkan untuk ibadah umrah berdua bersama suaminya Rp62.500.000.
Setelah lunas, pihak travel mengatakan, “Bu nanti Ibu saya buatkan surat rekomendasi cuti untuk perusahaan ibu karena akan ibadah”.
“Tapi, saat saya minta, diundur-undur terus,” kata LH.
Akhirnya, LH dan suaminya yang dijanjikan berangkat ke Tanah Suci tanggal 10 Januari 2026, sampai hari ini tidak berangkat.
Saat menanyakan nasib keberangkatan ibadahnya ke marketing travel tersebut sebelum bulan puasa tahun ini, pesannya tidak dijawab, hanya centang satu.
“Suami saya datang ke kantornya di daerah Pagesangan untuk minta pengembalian dana. Mereka memberi surat kesepakatan pengembalian dana 100 persen,” ujar LH.
“Batas waktunya 30 hari terhitung sejak 30 Januari 2026 saat surat dikeluarkan. Tapi sampai sekarang tidak ada transferan masuk. Kalau kami WhatsApp, selalu diberi alasan untuk mengulur waktu,” lanjutnya.
Pendengar selanjutnya adalah AR. “Saya melakukan pembayaran untuk keberangkatan umroh kedua orang tua saya pada bulan Oktober tahun 2025 dan dijanjikan berangkat bulan November atau Desember 2025, tapi sampai sekarang tidak ada info yang jelas,” kata AR mengawali laporannya.
AR mengatakan, dia sempat meminta refund dan pihak travel memberitahu bahwa refund baru bisa dilakukan setidaknya satu bulan sejak komplain. “Sudah lebih dari satu bulan, tidak ada info dan tidak ada progres apa pun. Semua kontak sudah saya hubungi, tidak ada yang merespon, ditelepon juga tidak diangkat,” kata AR.
Setelah AR mencari tahu, menurutnya, ternyata ada beberapa calon jemaah lain yang mengalami.
Hanan Nusantara Mengakui Ada Kegagalan Pemberangkatan Jemaah Umrah
Yulianto Founder dan Owner PT. Hanan Nusantara merespon laporan dan komplain yang disampaikan para calon jemaah umrah kepada Radio Suara Surabaya. Ia membenarkan adanya kegagalan berangkat ibadah umrah yang dikelola perusahaannya.
“Saya mewakili manajemen Hanan Nusantara mohon maaf lahir batin. Betul kami mengalami kegagalan berangkat, tertunda lalu gagal berangkat akibat konflik timur tengah,” kata Yulianto saat mengudara, Jumat (3/4/2026).
Dia merinci pada bulan Ramadan ada lima keberangkatan. Empat berhasil, tapi satu keberangkatan terakhir tidak bisa. Kemudian pada Syawal tertunda 6 orang.
“Sebagian sudah mengajukan pengajuan pembatalan, sudah kita kembalikan meski belum utuh. Sebagian yang bersedia mundur di musim depan, juga sudah kami berikan jadwal keberangkatan,” tuturnya.
BACA JUGA: Hanan Nusantara Gagal Berangkatkan Jemaah Umrah, Janjikan Tanggung Jawab Penuh
Yulianto pun menyampaikan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh. “Saya selaku manajemen Hanan Nusantara bertanggung jawab penuh atas refund jemaah yang tertunda karena kondisi dan situasi. Jemaah bisa langsung menghubungi saya di 081220847120, kalau ada kendala ketika komunikasi dengan staf kami di kantor”.
Apabila ada jemaah yang mengalami kendala dengan staf di kantor Hanan Nusantara, Yulianto menjelaskan bahwa kantor baru buka kembali atau efektif tanggal 1 April 2026. Bukan tutup, meski ada pengurangan karyawan. “Tamu yang datang sebelum tanggal 1 April 2026 menduga tutup padahal kami ada. Kami juga sedang membentuk tim komplain,” kata Yulianto.
Lebih rinci, kata Yulianto, total jemaah yang gagal berangkat 49 orang dengan nilai pembayaran per jemaah Rp25 sampai 30 juta, sehingga totalnya Rp 1,4 miliar. Sebanyak 18 jemaah, kata dia, sudah mengajukan refund. Pengembalian yang sudah diterima jemaah bervariasi. Ada yang 70 persen, ada yang 50 persen, ada yang 15 persen.
“Kalau sampai ke saya, tidak sampai seminggu sudah ada proses pembayaran. Rata-rata maksimal tiga bulan selesai,” pungkasnya.(iss)
NOW ON AIR SSFM 100
