Senin, 16 Maret 2026

Jepang Mulai Melepaskan Cadangan Minyak di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kompleks depot penyimpanan minyak. Foto: Getty Images

Pemerintah Jepang melepaskan cadangan minyaknya mulai Senin (16/3/2026) untuk mengurangi kekhawatiran pasokan di tengah eskalasi Timur Tengah.

Kebijakan tersebut berlaku hingga 15 April untuk semua kilang, pemasar, maupun importir minyak. Volume minyak yang dilepas ke pasar akan cukup untuk memenuhi pasokan minyak Jepang selama 15 hari.

“Berdasarkan UU Pemeliharaan Cadangan Minyak tahun 1975, keputusan telah dibuat untuk mengurangi cadangan minyak dasar,” menurut ketetapan Kementerian Ekonomi Jepang.

Dilansir dari Kyodo, Minoru Kihara Sekretaris Kabinet Utama Jepang mengatakan, keputusan untuk mengurangi cadangan minyak diambil karena impor minyak mentah Jepang diperkirakan akan menurun secara signifikan mulai akhir Maret dan seterusnya karena penutupan Selat Hormuz, yang dilalui banyak kapal tanker.

“Kami berencana untuk melakukan upaya agar (minyak yang dilepaskan) dapat beredar di pasar dengan lancar,” katanya.

Kihara juga menjelaskan bahwa pemerintah akan mengupayakan stok energi dalam tetap stabil.

“Pemerintah akan terus mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk memastikan pasokan energi yang stabil, melalui koordinasi internasional dan tanpa mengesampingkan opsi apa pun,” tambahnya.

BACA JUGA:IEA Akan Segera Lepas Cadangan Minyak Darurat di Asia-Oseania

Pemerintah Jepang disebut akan melepas 80 juta barel minyak dari suplai cadangannya, atau setara dengan kebutuhan minyak untuk 45 hari.

Jumlah tersebut akan didapat dengan melepas cadangan 15 hari dari sektor swasta dan cadangan 30 hari dari penyimpanan pemerintah.

Pada saat cadangan minyak dilepas, stok cadangan minyak Jepang cukup untuk 254 hari, atau setara dengan sekitar 470 juta barel minyak. Jumlah tersebut mencakup antara lain cadangan 146 hari dari penyimpanan pemerintah dan 101 hari dari fasilitas penyimpanan minyak milik swasta.

Adapun sekitar 94 persen dari pasokan minyak Jepang berasal dari Timur Tengah, dan hampir semuanya perlu melintasi Selat Hormuz yang kini ditutup akibat perang. (ant/ily/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 16 Maret 2026
25o
Kurs