Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya minta warga melapor jika mendapat perlakuan intimidasi dari juru parkir saat membayar non tunai.
Ia menyebut opsi pembayaran parkir non tunai sudah berlaku, masyarakat dibebaskan memilih.
“Warga Surabaya kalau membayar itu saya imbau untuk non tunai. Agar tidak ada lagi yang namanya bayar tunai tapi dipaksa bayar Rp10.000 (tidak sesuai),” ucapnya, Jumat (2/1/2026).
Bagi yang mendapat intimidasi karena membayar non tunai, diminta melapor ke posko satgas anti premanisme di Kantor Inspektorat, Balai Kota Surabaya.
“Langsung kita ambil (jukirnya) kita ganti kita copot. Tapi kalau dia tetap membayar tunai ya boleh karena kan tidak boleh kita menolak rupiah. Tapi dengan catatan bahwa warga Surabaya punya pilihan,” paparnya.
Opsi pembayaran non tunai tidak hanya berlaku di Tepi Jalan Umum tapi juga area parkir khusus.
“Semuanya ini kita akan lakukan dengan imbauan untuk non tunai. Meskipun bisa bayar tunai,” tuturnya.
Pembayaran parkir non tunai ini diharapkan bisa meningkatkan akurasi jumlah kendaraan yang masuk.(lta/wld/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
