Jumat, 3 April 2026

Junjung Netralitas, Austria Tolak Permintaan AS Menggunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Pesawat C-17A Globemaster milik Amerika Serikat (AS). Foto: Military.com

Austria menolak permintaan Amerika Serikat (AS) yang ingin menggunakan wilayah udaranya untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Austria beralasan negara tersebut menerapkan hukum netralitas yang telah lama berlaku.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria mengonfirmasi pada Kamis (2/4/2026) bahwa terdapat beberapa permintaan dari Washington terkait hal tersebut.

Austria hingga saat ini belum menegaskan larangan umum terhadap penerbangan AS, tetapi permintaan berdasarkan kasus per kasus sedang ditinjau oleh Kementerian Pertahanan.

Partai oposisi Sosial Demokrat (Sozialdemokratische Partei Österreichs/SPO) mendukung langkah pemerintah dan menyerukan untuk mempertahankan pendiriannya.

“Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (OVP) seharusnya tidak menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke Teluk. Ia juga seharusnya tidak menyetujui penerbangan transportasi atau dukungan logistik lainnya,” ungkap Sven Hergovich Kepala SPO di Austria Hilir, dilansir dari Antara.

Ia juga menyebutkan negara-negara lain yang menolak permintaan bantuan AS, mengatakan bahwa keterlibatan Austria dapat berdampak buruk di berbagai hal.

“Sama seperti yang dilakukan Spanyol, Prancis, Italia, dan Swiss. Perang ini merusak kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan perdamaian dunia,” tambahnya.

Untuk diketahui, Spanyol telah menutup wilayah udaranya bagi penerbangan militer menyusul konflik tersebut, sedangkan Italia diketahui menolak permintaan pesawat AS untuk menggunakan pangkalan di Sisilia untuk pendaratan.

Sebelumnya, AS bersama Israel telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran sejak 28 Februari. Serangan tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur serta menewaskan lebih dari 1.340 korban termasuk Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran saat itu.

Iran membalas serangan tersebut dengan mengirim drone serta rudal ke Israel serta beberapa titik pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah. (ant/vve/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
31o
Kurs