Rencana awal pengiriman juga mencakup angkutan sapi. Namun, komoditas tersebut belum dapat dibawa dalam uji coba perdana karena kendala penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berdampak pada keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali.
Menurut Rizal, pengembangan layanan ini dilakukan KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat sistem distribusi barang berbasis kereta api.
Moda tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengiriman hasil pertanian dan peternakan dari daerah produksi menuju pasar.
“Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” imbuhnya.
KAI Logistik menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi secara reguler setiap hari pada November 2026. Saat ini, perseroan masih menyiapkan infrastruktur area muat atau loading zone di empat stasiun, yakni Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.

NOW ON AIR SSFM 100

