Keuskupan Surabaya dalam Rangkaian Paskah tahun ini mengusung tema “Menuju Paroki yang Dewasa”. Dalam hal ini, Gereja Katolik Santo Yakobus Citraland Surabaya mengartikannya sebagai “Lingkungan Mendewasakan Paroki” yang juga digaungkan di Kamis Putih hari ini.
Romo Eka Budi Susila Kepala Paroki Gereja Katolik Santo Yakobus Citraland Surabaya menjelaskan, tema itu bermaksud mengajak umat untuk semakin bertumbuh dalam iman serta kehidupan bergereja. Ia menekankan bahwa kedewasaan iman tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam sikap hidup sehari-hari.
Misa Kamis Putih di Santo Yakobus sendiri dipimpin oleh RD Agustinus Eko Wiyono bersama Romo Eka Budi Susila. Dalam homilinya, Romo Eka menegaskan bahwa inti perayaan Kamis Putih terletak pada dua hal utama, yakni Ekaristi dan pelayanan.
“Ekaristi itu adalah sebuah sakrame di dalam gereja Katolik. Di mana dalam sakramen Ekaristi itu mengenang kembali peristiwa perjamuan malam terakhir Yesus bersama para muridnya,” jelas Romo Eka Budi Susila, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, pengorbanan Yesus menjadi wujud kasih yang diberikan secara sukarela demi keselamatan manusia. “Dia dengan sukarela, dengan sadar dia memberikan dirinya sampai habis mati disalib untuk menebus dosa-dosa dunia,” kata Romo Eka.
Selain Ekaristi, Romo Eka juga menyoroti makna pelayanan yang ditunjukkan melalui peristiwa Yesus membasuh kaki para murid. Tindakan tersebut menjadi simbol penting bagi umat Katolik untuk saling melayani, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
“Membasuh kaki rasul-rasul, itu tanda atau simbol sebagai pelayanan dari kepengurusan gereja dan umat Katolik itu supaya saling melayani, saling membasuh kaki, saling melayani satu dengan yang lain, terutama melayani orang-orang yang membutuhkan membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.
Menurutnya, Ekaristi dan pelayanan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan iman. Ia mengingatkan bahwa ibadah tanpa diiringi sikap rendah hati dan kepedulian terhadap sesama tidak memiliki makna yang utuh.
“Tidak ada gunanya kalau kita mencintai entah Tuhan atau dengan ke Gereja setiap hari, tapi kita tidak bisa merendahkan diri kita di depan sesama, tidak mau membantu sesama, enggak ada gunanya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep “Lingkungan Mendewasakan Paroki” mendorong umat untuk memiliki iman yang matang, tidak mudah goyah, serta mampu membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama.
Romo Eka juga mengajak umat untuk meneladani sikap Yesus dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berani melayani, berkorban, hingga mengampuni, termasuk kepada orang-orang terdekat.
Melalui perayaan Kamis Putih ini, umat diharapkan tidak hanya menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga menghidupi nilai-nilai iman dalam tindakan nyata, seperti kerendahan hati dan semangat pelayanan. “Saya kira umat itu bisa membangun persekutuan dengan baik,” pungkasnya. (mar/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
