Tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri membuat permintaan lontong dan ketupat di Kampung Lontong Surabaya, Jawa Timur, meningkat.
Sentra produksi di Rumah Lontong Ayu, Banyu Urip Lor Gang 10, Surabaya, memproduksi 18 hingga 20 keranjang lontong per hari, dengan sekitar 70 lontong per keranjang.
“Kalau hari biasa kami bikin 18 keranjang sampai 20 keranjang,” ujar Ayu saat ditemui suarasurabaya.net pada Rabu (25/3/2026).
Dengan jumlah tersebut, total produksi berkisar 1.400 hingga 1.500 lontong per hari. Saat momen Lebaran Ketupat, produksi meningkat hingga dua kali lipat.
Untuk harga, pada hari biasa lontong dijual Rp5.000 untuk empat buah. Sementara saat lebaran, lontong dijual Rp2.000 per buah dengan ukuran yang lebih besar.
Selain lontong, ayu juga menjual ketupat yang hanya tersedia saat lebaran ini, dengan harga Rp4.000 hingga Rp5.000 per buah, tergantung ukuran.
Ayu mengatakan, proses pembuatan lontong masih menggunakan daun pisang yang dipotong sesuai ukuran. Satu lembar daun pisang dapat digunakan hingga empat porsi lontong, kemudian diisi beras dan direbus.
Produk dari Kampung Lontong didistribusikan ke berbagai pasar tradisional di Surabaya, seperti Pasar Mangga Dua, Pasar Simo, serta pasar lainnya di Kota Surabaya.(zan/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
