Jenderal Pol Suyudi Ario Seto Kapolri menyebut akan fokus mengatasi persoalan narkoba sekaligus kelebihan kapasitas atau over capacity di lembaga pemasyarakatan (lapas). Peredaran narkotika di dalam lapas menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan khusus.
“Kita tahu bahwa lapas itu over capacity. Kemudian juga peredaran mungkin narkotika di dalam ini menjadi satu hal yang selalu menjadi momok. Ini perlu penanganan khusus,” kata Suyudi seusai dilantik sebagai Kapolri yang baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suyudi mengatakan, sebelumnya telah mengikuti rapat bersama sejumlah kementerian terkait atas arahan Prabowo Subianto Presiden RI untuk membahas persoalan tersebut. Menurutnya, pendekatan rehabilitasi perlu menjadi perhatian karena lapas saat ini menghadapi persoalan kelebihan kapasitas.
“Kami hadir di kegiatan tersebut tentunya untuk rapat bersama dengan kementerian terkait, membicarakan terkait dengan rehabilitasi dan juga edukasi, terutama fokusnya rehabilitasi untuk menangani para pengguna,” ungkapnya.
Kapolri mengatakan persoalan narkotika memang menjadi salah satu perhatian Presiden. Selain narkotika, Presiden disebut turut memberikan perhatian pada kasus penyelundupan dan judi online.
“Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua, terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sebagai Kapolri baru, Suyudi mengatakan akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan langkah dan prioritas penanganan berbagai persoalan tersebut. Ia menyebut kebijakan yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sementara hal-hal yang masih membutuhkan perbaikan akan dievaluasi.
“Kita akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik, kita akan lanjutkan. Yang masih perlu diperbaiki, kita akan perbaiki,” kata Suyudi. (bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

