“Camp itu adalah surga sementara, karena sekarang masyarakat hidup di tengah neraka,” ujarnya.
Ia mengingatkan, paparan asap dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius. Karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi kebutuhan perawatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, baik selama bencana maupun setelah kondisi kembali normal.
Daniel juga menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menyampaikan perkembangan karhutla.
Menurutnya, laporan penanganan bencana tidak cukup hanya menampilkan angka luas kebakaran, jumlah titik api, atau jumlah tersangka, tetapi harus menggambarkan kondisi nyata yang dialami masyarakat.
Ia menyoroti kesulitan warga mendapatkan air bersih di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah, kata dia, harus hadir secara konkret dengan mendistribusikan air bersih dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
NOW ON AIR SSFM 100

