Rabu, 28 Januari 2026

Kasus Gangguan Jiwa Meningkat, Ipda Purnomo Polisi Baik Imbau Warga Jauhi Pinjol

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol. Foto: iStock

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan memperkirakan sekitar 28 juta dari total 287 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Perkiraan tersebut mengacu pada rasio gangguan mental global yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Angka tersebut mendapat penguatan dari pengalaman lapangan yang disampaikan Ipda Purnomo, seorang anggota Polri yang dikenal aktif merawat dan mendampingi masyarakat terpinggirkan, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), selama lebih dari satu dekade.

Menurut Purnomo, faktor ekonomi menjadi penyebab utama seseorang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Selain itu, masalah hubungan personal, terutama perceraian, juga berkontribusi besar terhadap kondisi mental masyarakat.

“Yang paling utama itu faktor ekonomi, dan yang kedua masalah cinta,” ujar Purnomo ketika on air di Radio Suara Surabaya pada Rabu (28/1/2026).

Ia menyoroti tren meningkatnya angka perceraian di berbagai kota, khususnya di kalangan usia muda. Kondisi tersebut, kata dia, kerap berujung pada tekanan mental berkepanjangan.

Purnomo juga membenarkan bahwa pinjaman online (pinjol) juga menjadi salah satu pengaruh. Ia menilai jeratan utang digital itu menjadi pemicu stres serius bagi banyak orang.

Menurut Purnomo, korban pinjol kerap mengalami ketakutan berlebih akibat teror penagihan, ancaman penyebaran data pribadi, hingga praktik penipuan digital seperti love scam. Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat menjadi awal dari depresi.

“Mereka waswas videonya disebar, fotonya disebar, datanya disebar. Itu sudah masuk tahap depresi awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak korban datang meminta bantuan karena merasa tertekan secara mental. Padahal, ancaman penyebaran data sering kali tidak sebesar yang dibayangkan.

“Makanya semakin banyak pinjol-pinjol ini semakin banyak pasien saya yang saya rawat. Banyak sekali,” ungkap Purnomo.

Purnomo menegaskan bahwa korban pinjol tidak hanya perempuan, tetapi juga banyak dialami oleh laki-laki, termasuk kepala keluarga. Situasi semakin memburuk ketika pinjaman digunakan untuk menutup utang lain.

“Kalau pinjol dipakai menutup utang lain, itu tidak akan selesai. Ujung-ujungnya muncul masalah rumah tangga, perceraian, bahkan, mohon maaf, pikiran mengakhiri hidup,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar menjauhi pinjaman online demi menjaga kesehatan mental.

“Intinya saya berpesan kepada pendengar Radio Suara Surabaya, jauhi pinjaman online,” tutup Purnomo. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 28 Januari 2026
30o
Kurs