Jumat, 9 Januari 2026

KBBI Perbarui 3.259 Entri Baru pada 2025, Catat Perkembangan Bahasa Indonesia yang Dinamis

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kembali memutakhirkan entri dengan menambahkan 3.259 kata baru pada edisi Oktober 2025.

Pembaruan ini membuat jumlah total entri dalam KBBI kini mencapai 210.595. Para pengguna dapat mengakses entri-entri terbaru tersebut melalui situs resmi KBBI di https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/Beranda/Pemutakhiran.

Pemutakhiran KBBI ini merupakan bagian dari upaya berkala untuk mengakomodasi perkembangan kosa kata dan istilah yang digunakan masyarakat.

Dengan pembaruan dilakukan dua kali setiap tahun, KBBI bertujuan untuk tetap relevan dan mengikuti dinamika bahasa Indonesia yang terus berkembang.

Hafidz Muksin Kepala Badan Bahasa menegaskan bahwa KBBI bukan sekadar kamus preskriptif yang hanya menetapkan aturan-aturan bahasa, tetapi juga bersifat deskriptif.

Kamus ini mencatat kosakata yang digunakan dalam masyarakat, baik dalam percakapan formal maupun informal. Misalnya, kata “cak” yang digunakan dalam ragam percakapan informal atau kata kasar yang sering muncul dalam makian.

Dalam entri KBBI, terdapat penanda yang memberikan informasi mengenai penggunaan kata tersebut, apakah sesuai dengan kaidah baku atau tidak.

“KBBI adalah kamus yang mencatat bahasa Indonesia dalam segala bentuknya, baik yang formal maupun informal, dengan pendekatan yang luas dan mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat,” ujar Hafidz Muksin dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Proses Pemutakhiran dan Partisipasi Publik Pemutakhiran entri KBBI dilakukan melalui prosedur penyuntingan yang terstandar dan berjenjang. Usulan kata-kata baru dapat berasal dari tim internal maupun masyarakat.

Hingga saat ini, KBBI Daring telah menerima lebih dari 255.000 usulan dari publik, dengan 181.220 usulan di antaranya sudah disunting dan diperbarui. Setiap usulan yang diterima melalui tahapan penyuntingan yang ketat, diawali dengan tinjauan editor dan diikuti dengan validasi oleh redaktur dan validator.

“Kami sangat menghargai partisipasi publik dalam memperkaya KBBI. Usulan yang masuk mencerminkan kreativitas penutur bahasa Indonesia, dan kami selektif dalam memilih kata yang memenuhi kriteria utama seperti eufonik, tidak berkonotasi negatif, dan digunakan secara luas oleh masyarakat,” tambah Hafidz Muksin.

Menurutnya, banyak entri baru yang berasal dari bahasa daerah dan bahasa asing yang kini mengisi kekosongan makna dalam bahasa Indonesia, memberikan kontribusi besar terhadap kekayaan bahasa.

Salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam penambahan entri baru adalah frekuensi penggunaan dan kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kemendikdasmen juga menyediakan KBBI dalam format daring yang bisa diakses secara bebas oleh masyarakat, memungkinkan pengguna untuk mencari entri dan informasi kebahasaan kapan saja.

Dengan adanya akses terbuka ini, KBBI diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, dari kalangan pelajar hingga profesional.

“KBBI adalah kamus utama yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perubahan bahasa Indonesia yang hidup. Melalui pembaruan ini, kami ingin memastikan bahwa KBBI tetap menjadi referensi yang valid dan dapat dipercaya bagi masyarakat,” ujar Hafidz.

KBBI tidak hanya berfungsi sebagai standar kebahasaan, tetapi juga sebagai dokumentasi dari perubahan bahasa Indonesia yang berkembang seiring waktu.

KBBI mengakomodasi ragam bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Melalui pendekatan preskriptif dan deskriptif ini, KBBI merekam perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup dan terus beradaptasi.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 9 Januari 2026
30o
Kurs