Rabu, 28 Oktober 2026

KBRI Kuala Lumpur Selamatkan PMI Korban Penyiksaan hingga Luka Bakar 50 Persen

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo (berdiri tengah) Duta Besar RI LBBP untuk Malaysi menjenguk pekerja migran Indonesia berinisial SR, yang di rawat di sebuah rumah sakit di Malaysia, Selasa (27/10/2026). Foto: Antara/KBRI Kuala Lumpur

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyelamatkan seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial SR, asal Banten, pekerja asisten rumah tangga yang mengalami penyiksaan dari majikannya di Malaysia.

Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo Duta Besar RI untuk Malaysia mengatakan, SR segera diselamatkan setelah ada laporan kepada KBRI Kuala Lumpur.

“Tanggal 16 Oktober 2026 seorang warga di Selangor menemukan seorang WNI yang ditelantarkan atau ditinggalkan di pinggir jalan, bahkan di tengah hutan waktu itu, dan mereka membawa korban ke pos polisi terdekat,” katanya dilansir dari Antara, pada Rabu (28/10/2026).

Kemudian, polisi tersebut menghubungi bagian konsuler KBRI Kuala Lumpur, selanjutnya tim KBRI KL menjemput korban dan berkoordinasi dengan pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Polisi Malaysia kemudian menangkap para pelaku yang ditengarai merupakan satu keluarga berjumlah lima orang. Polisi juga menangkap seorang agen yang mengirim korban untuk bekerja di Malaysia.

“Pihak PDRM langsung bergerak. Pada tanggal 18 Oktober 2026, kelima pelaku sudah diamankan oleh Polisi Diraja Malaysia dan sudah masuk dalam tahanan. Berikut juga satu agen yang mengirim korban untuk bekerja di Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, SR dirawat di rumah sakit di Malaysia. Dubes dan jajaran telah menjenguk korban pada Selasa (27/10/2026) dan mendapati kondisi korban sudah jauh lebih baik.

Menurut keterangan, korban baru bekerja selama 3 bulan di Malaysia, melalui jalur nonprosedural. Selama kurun waktu itu, korban mendapat tindak kekerasan.

“Korban mengalami pemukulan, penyiraman air panas, penyabetan, pemukulan di kepala, di badan, di kuping disabet dengan rotan. Sampai pecah ya kupingnya. Istilah medisnya itu cauliflower ear. Jadi kuping seperti bunga kol, saking bengkak,” ucapnya.

Menurut keterangan dokter, saat pertama masuk ke rumah sakit, luka bakar korban hampir mencapai 50 persen. Kini, luka bakar itu membaik sudah di bawah 10 persen dan sudah dipakaikan kulit sintetis dengan pengobatan infeksi.

“Vital dari pasien atau dari korban ini sudah stabil semua, sudah membaik. Jadi insyaallah dalam minggu-minggu ini akan dilepas dan akan masuk ke dalam internal protection order untuk PDRM. Setelah itu kita akan bawa ke shelter di KBRI, untuk kita lindungi dan kita mengikuti proses selanjutnya,” jelasnya..

Motif penyiksaan yang dilakukan kelima majikan terhadap korban masih didalami pihak kepolisian. Korban sendiri mengaku tidak tahu kesalahannya hingga diperlakukan keji semacam itu.

“Jadi dapat dibayangkan spirit korban ini yang selama 3 bulan banyak mengalami siksaan tentunya mentalnya sudah runtuh. Dan dia sendiri bingung bagaimana, ‘saya salahnya apa sampai saya diperlakukan begini? Korban bilang dituduh mencuri uang, dibilang salah kasih obat. Jadi, ya mungkin ini dibuat-buat saja alasan,” tambahnya.

Menurut Duta Besar RI di Malaysia, kondisi korban saat ini sudah kembali ceria karena dapat melihat banyak orang Indonesia dari jajaran KBRI KL yang menjenguknya.

“Korban kini sudah merasa nyaman, bisa tertawa dan bergurau,” tuturnya.

Dia menambahkan, korban saat ini ingin kembali ke rumah di Banten. Dalam hal ini, Duta Besar berjanji akan memfasilitasi segala keperluan korban.

Duta Besar RI juga menyampaikan terima kasih kepada Polisi Diraja Malaysia, atas koordinasi baik yang dilakukan.(ant/ris/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Rabu, 28 Oktober 2026
29o
Kurs