Kebakaran melanda area bekas gudang pabrik alas kaki di kawasan Kebomas, Gresik pada Selasa (29/9/2026).
Hingga Selasa sekitar pukul 18.51 WIB, petugas pemadam kebakaran masih melakukan penyisiran karena material plastik dan karet yang terbakar berada dalam tumpukan cukup besar.
Mangara Christanuel Aprilino Pakpahan Koordinator Lapangan Damkar Kabupaten Gresik mengatakan, kebakaran tidak sampai mengenai bangunan utama. Api membakar material dan barang yang berada di area luar bangunan.
“Untuk kebakaran ini kebetulan tidak sampai mengenai bangunan utama. Jadi kebakaran ini membakar bahan-bahan atau barang-barang yang ada di luar bangunan utama,” kata Mangara saat on air di Radio Suara Surabaya, Selasa petang.
Petugas mulai melakukan penguraian material sekitar pukul 17.00 WIB menggunakan alat berat. Langkah ini dilakukan untuk membuka tumpukan material yang sudah terbakar dan membara sehingga petugas dapat menjangkau titik api di bagian dalam.
“Yang terbakar ini sudah membubur. Karena dalam jumlah tumpukan yang cukup banyak sehingga perlu dilakukan penguraian supaya bisa masuk ke titik api yang ada di dalam,” ujarnya.
Sementara itu, pembasahan dilakukan di area sekitar lokasi untuk mencegah api merambat dan meluas.
Mangara mengatakan, informasi awal yang diterima petugas menyebut api berasal dari rerumputan atau ilalang di sekitar lokasi. Api kemudian merambat ke material yang disimpan di luar bangunan.
Namun, polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Mangara menyebut terdapat informasi mengenai aktivitas di sekitar lokasi saat kejadian, tetapi belum mengetahui jenis aktivitas tersebut.
Proses pemadaman juga sempat terkendala ketersediaan air. Pada siang hari, petugas kesulitan mendapatkan suplai karena sejumlah tangki pengisian air swasta sedang melakukan pengiriman ke perusahaan-perusahaan.
Kondisi tersebut sempat membuat api kembali menyala setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.
“Kami tadi terkendala suplai air, karena yang terbakar ini medianya plastik dan juga karet. Ketika kita lakukan pemadaman di awal memang sudah padam untuk apinya. Tapi karena suplai air kita terputus, jadi apinya menyala lagi,” jelas Mangara.
Menurutnya, titik api di bagian dalam tumpukan material belum sepenuhnya tersentuh sehingga api berpotensi kembali muncul ketika suplai air terhenti.
Sekitar pukul 16.00-16.30 WIB, sejumlah tangki pengisian air mulai berdatangan. Suplai air kemudian kembali mencukupi untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
“Untuk suplai air saat ini sudah cukup,” ujarnya.
Hingga pukul 18.51 WIB, petugas masih melakukan penguraian dan penyisiran secara bertahap. Api di salah satu sektor disebut mulai berkurang setelah material diurai menggunakan alat berat.
“Untuk hasilnya sudah mulai tampak. Artinya sektor yang tadinya di video awal itu cukup besar apinya, sudah mulai berkurang. Tinggal nanti kita menghilangkan panas yang di dalam karena masih berasap,” katanya.
Petugas kemudian melanjutkan penyisiran ke arah barat karena masih terdapat material yang menyala. Proses dilakukan bertahap karena alat berat yang tersedia hanya satu unit.
Mangara mengungkapkan bahwa Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 09.52 WIB. Dengan demikian, penanganan telah berlangsung sekitar sembilan jam hingga pukul 18.51 WIB.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Gresik mendapat bantuan dari PMK Surabaya melalui Pos Osowilangun serta sejumlah unit pemadam dari perusahaan di wilayah Kabupaten Gresik.
Jika dihitung sejak awal penanganan, total sekitar 15 unit armada terlibat dalam proses pemadaman. Armada tersebut berasal dari PMK Gresik, perusahaan-perusahaan di Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik dan Kecamatan Manyar, serta PMK Surabaya.
Petugas masih melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala di dalam tumpukan material. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

