Kebakaran pabrik kerupuk di kawasan Bulak Rukem Timur, Surabaya pada Selasa (22/9/2026) malam, diduga bersumber dari tungku penggorengan.
Laksita Rini Sevriani Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menyebut, berdasarkan informasi yang didapatkan di lokasi kejadian, api berasal dari tungku penggorengan uang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya.
“(Pastinya) belum tahu ya. Yang jelas dari tungku penggorengan, pakai kayu pembakarannya,” ungkapnya ketika ditemui suarasurabaya.net di lokasi kejadian.
Dia mengungkapkan bahwa api dengan cepat menjalar karena atap bangunan seluas 400 meter persegi itu dari kayu.
“Jadi mudah sekali terbakar (dan) langsung ambruk (atapnya),” tambahnya.
Dalam waktu sekitar sepuluh menit sejak info awal kebakaran diterima petugas 17.50 WIB, api pokok berhasil dipadamkan pukul 18.00 WIB.
Disebutkan bahwa api sudah menghabiskan beberapa ruangan yang dipakai untuk menggoreng dan menyimpan kerupuk hasil gorengan.
“(Sekitar) 75 persen terbakar. Cuma satu sisi aja yang aman, yakni mes (tempat tinggal pekerja),” ujarnya.
Laksita Rini menambahkan, perabotan di ruang tersebut seperti tungku, wajan penggorengan berisi minyak, tempat kerupuk, juga kerupuk hasil gorengan, turut habis.
“Pembasahan setelah api pokok padam berlangsung sekitar setengah jam,” ujar Rini.
Berdasarkan pantauan suarasurabaya.net di lokasi, pada pukul 19.05 WIB petugas pemadam sudah selesai pembasahan. Kemudian menarik semua selang yang disalurkan dari pabrik yang berada di kampung padat penduduk dan berjarak 50 meteran dari jalan raya.
Sementara itu, Siti Zakiah cucu pemilik pabrik kerupuk, membenarkan area yang terbakar merupakan tempat penggorengan dan kerupuk hasil gorengan.
Sementara waktu pascakebakaran, pabrik berhenti beroperasi. “Iya (sementara enggak beroperasi),” tutupnya. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

