Rabu, 25 Maret 2026

Kejar Target Revitalisasi 60 Ribu Sekolah, Pemerintah Minta Tambahan Anggaran Rp89,5 Triliun

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Muhammad Qodari Kepala Staf Kepresidenan saat konferensi pers terkait Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu (25/3/2026). Foto: Istimewa

Pemerintah mengajukan tambahan anggaran guna mendukung sasaran Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) di seluruh Indonesia sebanyak Rp89,5 triliun.

Usulan penambahan anggaran tersebut menyusul peningkatan unit Program Rapid menjadi 60.000 pada tahun 2026.

​”Kemendikdasmen telah mengusulkan tambahan anggaran Rp89,5 triliun yang saat ini masih dalam proses pengusulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2026 melalui Kementerian Keuangan,” ujar Muhammad Qodari Kepala Staf Kepresidenan saat konferensi pers di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Target sasaran revitalisasi sekolah tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelumnya, Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp14,1 triliun dengan sasaran sebanyak 11.744 satuan pendidikan pada tahun 2026.

Namun, Pemerintah meningkatkan kuantitas sekolah yang bakal direnovasi hingga mencapai 60 ribuan unit.

​”Jadi kalau 2025 dari 10.000 naik menjadi 16.000, kalau 2026 ini yang sudah dialokasikan sekitar 11.000 direncanakan akan ditambah hingga mencapai 60.000,” ungkapnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Prabowo Subianto Presiden untuk memperkuat sektor pendidikan nasional.

Qodari mengatakan, peningkatan tersebut menjadi bukti perhatian Prabowo Presiden terhadap kualitas sarana dan prasarana belajar anak bangsa. Dia juga menyangkal dugaan pengurangan anggaran di sektor tersebut.

Melansir Antara, sebanyak 16.062 sekolah tercatat telah menyelesaikan pembangunan fisik sejak awal tahun 2026 hingga 11 Maret.

Jumlah tersebut mencakup sebagian besar dari total target 16.167 sekolah yang direncanakan pada tahun sebelumnya. 105 satuan pendidikan sisanya dilaporkan sedang dalam proses menyelesaikan pembangunan fisik.

Dalam implementasinya, Pemerintah menjamjn seluruh proyek tetap berjalan sesuai dengan standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan.

Revitalisasi juga dilakukan pada fasilitas lain selain bangunan utama, seperti toilet dan lingkungan belajar siswa. Hal tersebut dianggap sebagai investasi jangka panjang negara untuk melahirkan generasi unggul.

Dengan tetap berjalannya PHTC revitalisasi sekolah, Qodari percaya akan dampak positif dari program tersebut yang dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui skema swakelola.(ant/vve/ris/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 25 Maret 2026
29o
Kurs