Selasa, 13 Oktober 2026

Keluarga Bambang Korban Meninggal saat Kericuhan di Jakarta Pusat Beber Kronologi

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi korban meninggal. Foto: iStock

Peristiwa kericuhan hingga berujung pada gugurnya seorang penjual cermin terjadi pada Kamis, (27/8/2026) di kawasan Pejompongan Raya, Benhil, Jakarta Pusat.

Sudarsi (56), istri Bambang Setiyawan (59), menceritakan kronologi suaminya meninggal dunia waktu keluar rumah saat kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Sudarsi mengutarakan pada Kamis (27/8/2026) sore, ia masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

Biasanya, pasangan tersebut baru menutup tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, karena melihat massa mulai berdatangan, Sudarsi meminta Bambang agar menutup tempat usahanya lebih awal.

“Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, ‘Itu massa sudah banyak, tutup’,” kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat (28/8/2026) melansir Antara.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
26o
Kurs