Rabu, 11 Maret 2026

Kemenhaj Siapkan 3 Skenario Haji 2026 di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Mochamad Irfan Yusuf Menteri Haju dan Umrah membuka Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: Antara

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan tiga skenario pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Mochamad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (11/3/2026), mengatakan, keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prinsip utama dalam skenario tersebut.

“Prinsip utama dalam penyusunan skenario ini adalah menjaga keselamatan dan keamanan jamaah haji sebagai perintah tertinggi,” ujarnya, seperti dilansir Antara.

Dalam menyusun kebijakan penyelenggaraan haji saat situasi krisis, pemerintah menetapkan sejumlah prinsip dasar, yakni menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan.

Kemudian, koordinasi erat dengan pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri, maskapai penerbangan dan otoritas internasional. Lalu, kesiapan mitigasi risiko transportasi dan keamanan, serta transparansi informasi kepada publik dan jemaah.

Menurut Gus Irfan, sapaan akrabnya, arahan tersebut juga sejalan dengan pesan Prabowo Subianto Presiden yang menekankan pentingnya memastikan keamanan jemaah haji Indonesia.

Skenario pertama adalah ibadah haji tetap dilaksanakan di tengah konflik dengan melakukan mitigasi jalur udara, yakni pengalihan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman. Melakukan diplomasi keamanan untuk mendapat jaminan koridor aman bagi jemaah calon haji Indonesia sebagai nonkombatan.

Beberapa wilayah yang berpotensi dihindari dalam rute penerbangan, antara lain Irak, Suriah, Iran, Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Sebagai alternatif, penerbangan dapat dialihkan melalui jalur selatan via Samudra Hindia dan memasuki ruang udara Afrika Timur atau jalur aman lainnya dengan koordinasi bersama otoritas penerbangan Arab Saudi.

Namun, pengalihan rute tersebut berpotensi menambah waktu tempuh penerbangan. Bagi pesawat dengan jangkauan terbatas, maskapai kemungkinan harus melakukan technical landing di negara ketiga untuk pengisian bahan bakar.

“Konsekuensinya tentu akan berdampak pada penambahan anggaran penerbangan,” kata Gus Irfan.

Skenario kedua adalah pemerintah Arab Saudi tetap membuka penyelenggaraan ibadah haji, namun Indonesia memutuskan menunda keberangkatan jemaah karena mempertimbangkan risiko keamanan global yang terlalu tinggi.

Dalam kondisi ini, pemerintah perlu melakukan diplomasi dengan Arab Saudi agar biaya yang telah disetorkan untuk layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan di Masyair tidak hangus dan dapat dialihkan untuk penyelenggaraan haji tahun berikutnya tanpa penalti.

Pemerintah juga menyiapkan opsi mitigasi keuangan bagi jamaah, seperti pengembalian biaya pelunasan Bipih tanpa menghilangkan hak keberangkatan pada tahun berikutnya, atau tetap menyimpan dana tersebut dengan kompensasi nilai manfaat yang lebih tinggi.

Skenario ketiga adalah jika pemerintah Arab Saudi menutup penyelenggaraan ibadah haji akibat situasi yang tidak terkendali.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah akan fokus pada penyelamatan dana layanan yang telah dibayarkan serta menghentikan seluruh proses penyediaan layanan, seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan lainnya.

Pemerintah juga akan memprioritaskan keberangkatan pada musim haji berikutnya bagi jamaah yang telah melunasi biaya haji dan masuk dalam alokasi keberangkatan tahun ini.

“Kementerian Haji dan Umrah akan bertindak sebagai navigator risiko untuk memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data intelijen keamanan dan prinsip perlindungan warga negara,” pungkasnya.(ant/ily/ham/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 11 Maret 2026
28o
Kurs