Selasa, 7 April 2026

Kemenhaj Surabaya Perkuat Mental Petugas Haji 2026, Fokus Layani Jemaah Lansia dan Perempuan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Sururil Faizin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya saat rakor, Selasa (7/4/2026). Foto: Widya Safitri suarasurabaya.net

Sururil Faizin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya menegaskan pentingnya penguatan mental, profesionalisme, dan komitmen pelayanan bagi petugas haji tahun 2026, khususnya dalam melayani jemaah lansia dan perempuan.

Menurutnya, kesiapan mental menjadi kunci utama mengingat tantangan ibadah haji yang tidak ringan, mulai dari cuaca ekstrem hingga beban kerja tinggi di lapangan.

“Kita menekankan ke seluruh petugas untuk menguatkan mental profesional dan komitmen pelayanan ke jemaah lansia dan perempuan. Pentingnya mental tangguh, siap menghadapi cuaca ekstrem dan beban kerja luar biasa,” ujarnya di tengah rapat koordinasi persiapan operasional embarkasi, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, tahun ini menjadi momentum penting karena penyelenggaraan haji berada di bawah koordinasi Kementerian Haji (Kemenhaj), sehingga membutuhkan penyesuaian dan koordinasi lebih intensif.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pendataan jemaah yang mengikuti skema khusus seperti murur dan tanazul. Data tersebut harus terkoordinasi dengan baik mulai dari tingkat kloter hingga pusat.

“Di awal kami sudah dimintai data jemaah murur atau tidak mabit di Muzdalifah, yang langsung dari Arafah ke Mina. Ini harus terkoordinasi dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, dan operator,” jelasnya.

Untuk keberangkatan, Surabaya dijadwalkan memberangkatkan sebanyak 14 kelompok terbang (kloter). Tiga kloter di antaranya akan dilepas langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya, yakni kloter 50, 51, dan 52 pada 4 Mei 2026.

“Kami sudah koordinasi dengan Kesra Pemkot Surabaya. Ada tiga kloter penuh yang akan dilepas pemkot, sementara lainnya kloter penyangga dan mandiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar tetap berangkat sesuai rombongan masing-masing untuk menghindari kepadatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Dari sisi kondisi jemaah, Sururil menyebut terdapat jemaah tertua berusia 97 tahun. Selain itu, sebanyak 37 jemaah masuk kategori prioritas lansia yang telah dilengkapi pendamping serta tenaga kesehatan.

“Semua sudah ada pendamping masing-masing dan akan mendapatkan pelayanan maksimal dari petugas kloter, termasuk perawat,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi yang digelar, pihaknya berharap seluruh proses ibadah haji dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman. Ia juga menekankan pentingnya alur koordinasi berjenjang jika jemaah mengalami kendala di lapangan.

“Jika ada apa pun, silakan koordinasi dari tingkat paling kecil, ketua regu, ketua rombongan, hingga ketua kloter. Agar semua permasalahan bisa segera diselesaikan,” tandasnya. (lta/faz)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs