Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan mengatakan berbagai cara sudah dilakukan untuk mengurai kepadatan antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Katanya kendaraan-kendaraan sumbu 3 telah dipisahkan, lantaran jadi biang kerok antrean panjang yang menyebabkan 17 pemudik pingsan.
“Kita memisahkan kendaraan-kendaraan besar ke buffer zone. Kemudian memprioritaskan kendaraan-kendaraan kecil dan bis,” ujar Dudy di Kilometer 29 tol Jakarta – Cikampek, Selasa (17/3/2026) tengah malam.
Selain itu, armada-armada kapal besar juga ditambah untuk mempercepat proses pengangkutan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
“Kemudian kami juga menambah kapal-kapal yang besar untuk mempercepat penyeberangan dan memperbesar volume yang bisa diangkut,” pungkasnya.
Pengaturan truk sumbu 3 hingga penambahan kapal besar, diharapkan mampu mengurai kemacetan dan memperlancar arus mudik di Bali tersebut.
“Kemudian juga kami melakukan pola TBB, tiba bongkar dan berangkat. Di mana kapal hanya akan membawa kendaraan maupun penumpang, kemudian melakukan pembongkaran dan kemudian balik lagi ke ke Gilimanuk,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dudy menyebut salah satu penyebab utama kepadatan antrean menuju Gilimanuk, Bali adalah masih beroperasinya kendaraan besar di jalur mudik.
“Diharapkan adanya kepatuhan dari para pengusaha dalam mengoperasikan kendaraan-kendaraannya khususnya kendaraan sumbu tiga. Karena itu salah satu yang menjadi penyebab kepadatan,” imbuhnya.(lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
