Kamis, 12 Maret 2026

Kemenhub Pastikan Infrastruktur dan Transportasi Lebaran Selama Periode Mudik 2026

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub). Foto: Kemenhub

Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan (Menhub) menjamin kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi nasional selama periode mudik Lebaran 2026.

Ia memastikan angkutan Lebaran tahun ini yang mencakup sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara, dan penyeberangan akan berjalan lancar dan nyaman selama arus mudik dan balik.

“Pemerintah telah melakukan berbagai kesiapan, meliputi kesiapan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, udara dan penyeberangan,” katanya, Kamis (12/2/2026) yang dikutip Antara.

Persiapan ini juga meliputi pemeriksaan kelayakan setiap moda transportasi, pemberlakuan stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api dan penyeberangan, hingga penyelenggaraan mudik gratis.

Serta, pemberlakuan work from anywhere (WFA), kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang.

Sementara itu, hasil survei potensi pergerakan pada Angkutan Lebaran Tahun 2026 menunjukkan angka perkiraan pergerakan masyarakat mencapai 50 hingga 60 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang. Angka ini menurun 1,75 persen daripada Lebaran tahun lalu yang menembus 146 juta orang.

“Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada Tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei,” jelas Menhub.

Operasi digital turut menjadi upaya Kemenhub dalam memantau jalur mudik tahun ini melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, hingga pengaduan masyarakat.

“Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta pantauan 7.159 CCTV bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BUMN, dan swasta,” tambahnya.

Langkah lain untuk memperlancar jalur pelabuhan penyeberangan demi mencegah penumpukan kendaraan di pelabuhan yakni dengan menyiapkan skema buffer zone secara berlapis di pelabuhan Merak. Buffer zone jalan tol disiapkan dengan memanfaatkan rest area mulai dari KM 13, KM 43, hingga KM 63.

Buffer zone pelabuhan juga disediakan di kawasan Pelabuhan Merak, Indah Kiat, BBJ, dan Ciwandan, serta beberapa titik di jalan arteri.

Selain itu, Kemenhub juga berkoordinasi dengan pihak terkait dengan menyiapkan 5 jalur penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada Angkutan Lebaran 2026, yang terdiri dari Merak – Bakauheni, Ciwandan – PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan – Bakauheni, BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu, serta PT. Krakatau Bandar Samudera – Panjang sebagai contingency plan.

Untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali dan NTB pada Angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan Jalur Penyeberangan, yaitu Ketapang – Gilimanuk dan Jangkar – Lembar.

“Kami juga melihat perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi pembatasan operasional pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali karena Perayaan Nyepi dan Idul Fitri pada waktu yang berdekatan,” katanya.(ant/mar/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 12 Maret 2026
27o
Kurs