Kamis, 19 Februari 2026

Kemenkes RI dan WHO Tandatangani Kerja Sama Biennium 2026–2027 untuk Perkuat Sistem Kesehatan

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO) menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional. Foto: Antara

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama World Health Organization (WHO) menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026–2027 di Jakarta, pada Kamis (19/2/2026).

Kunta Wibawa Dasa Nugraha Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional.

“Melalui perjanjian ini, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar 14,8 juta dolar AS dalam bentuk hibah uang, barang, dan jasa untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan selama periode biennium,” katanya seperti dilansir Antara.

Kunta menyebutkan bahwa kerja sama ini mendukung implementasi program kesehatan yang selaras dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025–2029, serta enam pilar transformasi kesehatan.

Menurutnya, dukungan WHO telah berkontribusi signifikan dalam penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem ketahanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026–2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Kunta.

Dia menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi yang erat dengan seluruh unit teknis penerima hibah.

Kunta berharap WHO terus memberikan dukungan teknis dan kebijakan, khususnya dalam penguatan kapasitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi program agar selaras dengan indikator kinerja utama Kementerian Kesehatan. Dia juga menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin erat antara Kemenkes RI dan WHO.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan dapat mempercepat implementasi kegiatan yang telah disepakati serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian target kesehatan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan.(ant/ily/kir/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 19 Februari 2026
29o
Kurs