Minggu, 22 Februari 2026

Kemenkes Terima Laporan WNA Australia Alami Campak Usai Bepergian dari Indonesia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Campak. Foto: Siloam Hospital

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima laporan resmi dari otoritas kesehatan Australia terkait seorang warga negara asing (WNA) asal Australia yang terkonfirmasi campak setelah melakukan perjalanan dari Indonesia.

Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, menjelaskan pemberitahuan dikirim oleh Australia melalui International Health Regulations (IHR) National Focal Point dan telah diverifikasi oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes.

Dia mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti pemerintah Indonesia dengan koordinasi lintas negara serta penguatan pemantauan kesehatan.

“Berdasarkan informasi yang diterima, kasus merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026,” kata Aji, Minggu (22/2/2026) seperti dikutip Antara.

Pasien diketahui merupakan warga negara Australia yang sebelumnya berkunjung ke Bandung. Gejala berupa ruam muncul pada 8 Februari setibanya di Perth, dan hasil pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi positif campak.

Hingga saat ini tercatat satu kasus tanpa laporan kematian. Otoritas kesehatan Australia masih melakukan penelusuran lanjutan dan belum menyampaikan rincian tambahan terkait kasus tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan investigasi epidemiologi serta memperkuat sistem surveilans sesuai prosedur nasional penanganan campak.

Sampai sekarang belum ditemukan kasus tambahan yang berkaitan, namun pemantauan terus diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan kasus suspek baru.

Aji menegaskan campak masih menjadi penyakit menular dengan tingkat penyebaran tinggi dan masih ditemukan di berbagai negara. Secara nasional, sepanjang 2025 tercatat 9.760 kasus campak terkonfirmasi, sementara hingga Februari 2026 terdapat 269 kasus yang dilaporkan.

“Perlu ditegaskan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular. Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah menegaskan hingga kini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional. Pemantauan tetap dilakukan melalui sistem surveilans aktif.

Kemenkes mengimbau masyarakat memastikan imunisasi campak telah lengkap sesuai jadwal, khususnya bagi warga yang akan melakukan perjalanan internasional.

Masyarakat yang mengalami gejala demam disertai ruam juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut. (ant/mar/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
26o
Kurs