Kamis, 1 Oktober 2026

Kemensos: Data Bansos Bisa Disanggah dan Diperbarui dalam Hitungan Menit

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Andy Kurniawan Tenaga Ahli Menteri Sosial (pertama kiri), Saifullah Yusuf Menteri Sosial (tengah), dan Joko Widianto Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos, memberikan keterangan terkait program perlindungan sosial berbasis digital di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Antara.

Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan masyarakat dapat memperbaiki data dan menyanggah status kelayakan sebagai penerima bantuan sosial (bansos) melalui sistem digital terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Joko Widiarto Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos mengatakan proses usul-sanggah dilakukan secara transparan dan dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Sistem tersebut juga memungkinkan masyarakat memperbarui kondisi riil di lapangan apabila hasil pemadanan data menyatakan mereka tidak layak menerima bansos.

“Namun, hasil dari sistem itu bukan merupakan vonis akhir. Jika oleh sistem dinyatakan tidak layak, masyarakat masih diberikan kesempatan untuk menyanggah dengan cara memutakhirkan data riil di lapangan secara transparan,” katanya di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9/2026), seperti dilaporkan Antara.

Menurut Joko, penentuan awal penerima bansos merupakan hasil pemadanan data lintas kementerian dan lembaga. Sistem secara otomatis memeriksa sejumlah indikator, di antaranya kepemilikan kendaraan, sertifikat tanah, daya listrik, gaji, kepesertaan BPJS, serta status kepegawaian atau pekerjaan.

Saat ini, tercatat 5,7 juta warga dalam platform digitalisasi bansos perlinsos.kemensos.go.id. Pendataan tersebut juga didukung 298 ribu agen perlinsos yang secara sukarela membantu memfasilitasi pendataan warga di lingkungannya.

Agen perlinsos berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk pendamping keluarga PKH Kemensos, pengurus RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, pendamping desa, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Contoh Warga Bogor Ajukan Sanggahan

Saifullah Yusuf Menteri Sosial mengatakan fitur sanggah instan tersebut telah diuji di lapangan. Salah satu contohnya dialami Sri Dewi Rianti, warga Bogor, Jawa Barat, yang didaftarkan sebagai calon penerima melalui agen perlinsos setempat.

“Ibu Sri didaftarkan agen pukul 09.43 WIB dan awalnya dinyatakan tidak layak oleh sistem karena desilnya di atas 4. Kemudian pukul 10.11 WIB yang bersangkutan mengajukan sanggahan dengan mengunggah foto kondisi rumah riil. Hanya dalam waktu 11 menit, yakni pukul 10.22 WIB, statusnya langsung berubah diperbarui menjadi berpotensi layak menerima bansos,” kata Gus Ipul menjelaskan.

Saifullah mengatakan mekanisme tersebut juga dapat membantu mengatasi kendala administratif yang ditemukan dalam pendataan. Salah satunya ketika NIK warga digunakan pihak lain untuk kepemilikan kendaraan, usaha, maupun pelanggan listrik.

Dengan pemutakhiran tersebut, pemerintah berharap data penerima bansos menjadi semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

Bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai atau sembako ditujukan kepada masyarakat miskin dan rentan yang masuk kategori desil 1-4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kemensos juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membantu proses pendataan dengan menjadi agen perlinsos secara sukarela dan gratis melalui portal resmi agenperlinsos.kemensos.go.id.

“Ya tidak menutup kemungkinan bila semua sudah terdaftar dalam sistem, kita jadi tahu berapa jumlah penerima manfaat. Data ini akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden sebagai acuan sasaran penerima nantinya, tidak menutup kemungkinan kuota bansos yang sekarang itu (18,3 juta penerima manfaat) akan bertambah mengikuti kesesuaian pemutakhiran ini,” kata Gus Ipul. (ant/ham/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 1 Oktober 2026
27o
Kurs