Minggu, 4 Januari 2026

Kementan Catat Hampir 779 Ribu Ternak Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Sabtu (29/11/2025). Foto: Antara

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 778.922 hewan ternak terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dilansir dari Antara pada Sabtu (3/1/2026), jenis ternak yang terdampak meliputi sapi, kambing, unggas, hingga babi.

Sudaryono Wakil Menteri Pertanian menegaskan, negara akan hadir menangani ternak yang terdampak bencana di Sumatera dengan melakukan pendataan menyeluruh sebagai langkah awal penanganan untuk pemulihan berkelanjutan bagi peternak setempat.

Ia menyampaikan, Kementan mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi sapi, kambing, hingga ayam untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu,” kata Sudaryono.

Ia menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.

Adapun berdasarkan data Kementan per 31 Desember 2025, sebanyak 778.922 hewan ternak yang terdampak itu meliputi ternak sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor dengan sebaran terbesar berada di Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatera Utara 1.641 ekor dan Sumatera Barat 415 ekor.

Untuk ternak kambing dan domba, total terdampak mencapai 113.325 ekor, didominasi Aceh sebanyak 110.159 ekor, Sumatera Utara 3.017 ekor, serta Sumatera Barat 149 ekor.

Kategori ternak unggas menjadi yang paling terdampak dengan total 622.154 ekor, terdiri atas 454.543 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumatera Utara, dan 50.726 ekor di Sumatera Barat.

Selain itu, Kementan juga mencatat ternak babi terdampak sebanyak 5.050 ekor yang seluruhnya berada di wilayah Sumatera Utara, sementara Aceh dan Sumatera Barat tidak melaporkan kasus serupa.

Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penanganan kedaruratan dan verifikasi lapangan oleh petugas teknis di daerah terdampak.

Kementerian Pertanian menegaskan data ini menjadi dasar penyaluran bantuan, program pemulihan pascabencana, serta langkah strategis untuk memulihkan sektor peternakan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Meski begitu, Kementerian Pertanian belum merinci apakah ternak tersebut mati, hilang, atau selamat, karena pendataan masih berlangsung dan difokuskan mendukung penanganan darurat serta perencanaan pemulihan pascabencana. (ant/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Minggu, 4 Januari 2026
31o
Kurs