Minggu, 5 Juli 2026

Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet Indonesia Capai 100 Mbps dalam Dua Tahun

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi handphone yang terkoneksi dengan internet. Foto: iStock

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan kecepatan rata-rata internet nasional mencapai 100 Mbps dalam dua tahun ke depan.

Target tersebut akan diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses internet hingga ke wilayah terpencil dan pinggiran.

Nezar Patria Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) mengatakan, akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat konektivitas digital agar dapat dinikmati secara merata di seluruh Indonesia dengan biaya yang semakin terjangkau.

“Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah,” kata Nezar pada Minggu (5/7/2026).

Menurut Nezar, peningkatan kualitas jaringan internet menjadi bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”.

Infrastruktur digital yang andal dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperluas akses terhadap berbagai layanan publik berbasis digital.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan melalui pembangunan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

“Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik,” jelasnya.

Nezar menegaskan, pemerataan konektivitas digital masih menjadi tantangan besar.

Meski pembangunan infrastruktur telekomunikasi terus dilakukan, pemerintah masih menerima laporan mengenai wilayah yang belum memiliki akses sinyal atau mengalami blank spot, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” ucapnya dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan pembangunan jaringan internet kini dilakukan melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, pemerintah juga mengombinasikan pemanfaatan jaringan serat optik, layanan broadband tetap, dan teknologi satelit agar kualitas layanan internet semakin merata.

Nezar menilai kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan layanan publik berbasis teknologi.

Bahkan, dalam situasi bencana, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah bantuan logistik.

“Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 5 Juli 2026
28o
Kurs