Jumat, 9 Januari 2026

Kemlu Nyatakan Posisi Indonesia soal Isu Venezuela Mengacu Hukum Internasional

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Yvonne Mewengkang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Antara

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa posisi Indonesia terkait isu Venezuela mengacu pada penghormatan terhadap hukum internasional, prinsip universal Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan hukum humaniter internasional.

“Posisi Indonesia itu jelas dan berbasis prinsip. Kita menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap setiap tindakan yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan,” kata Yvonne Mewengkang Juru Bicara Kemlu RI dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (8/1/2026) yang dikutip Antara.

Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi kritik atas pernyataan resmi Indonesia yang tidak menyebut nama Amerika Serikat (AS), saat menanggapi operasi militer yang menyebabkan penangkapan Nicolás Maduro Presiden Venezuela dan Cilia Flores istrinya, oleh pasukan militer AS awal Januari 2026.

Yvonne mengatakan bahwa Indonesia meminta semua pihak untuk mengedepankan upaya deeskalasi, dialog, dan pelindungan warga sipil, karena fokus Indonesia harus tetap pada norma internasional, stabilitas, serta keselamatan dan keamanan warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela.

Saat ditanya apakah alasan Indonesia tidak menyebut nama AS dalam pernyataan resmi karena tidak ingin mempengaruhi proses negosiasi tarif antara Indonesia dan AS, Yvonne mengaku tak ingin berspekulasi. “Saya tidak ingin berspekulasi tentang itu,” jawabnya singkat.

Heni Hamidah Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI mengatakan bahwa hingga saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas belum merencanakan evakuasi 37 WNI di Venezuela, karena situasi dinilai berangsur stabil dan normal.

Kendati demikian, KBRI telah menyiapkan rencana kontinjensi yang dapat dilaksanakan segera jika kondisi darurat meningkat. “KBRI Caracas telah memiliki rencana kontingensi yang dapat dilaksanakan segera saat kondisi darurat dan status siaga naik ke siaga satu, kata Heni.

Heni mengatakan KBRI Caracas terus melakukan komunikasi dengan WNI dan memantau situasi setempat, berharap kondisi semakin kondusif.

Terkait hubungan Indonesia dengan AS, Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara mengatakan Prabowo Subianto Presiden siap menandatangani dokumen akhir kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-AS bersama Donald Trump Presiden AS, setelah penyusunan rancangan perjanjian selesai.

Negosiasi kedua negara telah memasuki tahap akhir pengecekan dan penyusunan draf oleh tim negosiasi pada 12-19 Januari 2026, dengan harapan penandatanganan final oleh kedua kepala negara pada akhir Januari. (ant/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 9 Januari 2026
26o
Kurs