Rabu, 14 Oktober 2026

Kemlu RI Konfirmasi Dua WNI Luka Ringan Akibat Serangan di Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Antara

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi dua Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026) lalu.

Keduanya bukan jemaah umrah dan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

Heni Hamidah Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI mengatakan, informasi mengenai dua korban tersebut disampaikan Kemlu Arab Saudi pada Selasa (13/10/2026).

“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026,” kata Heni dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (14/10/2026) seperti dilaporkan Antara.

Menurut Heni, kedua korban teridentifikasi sebagai RM (45) dan ET (32), yang merupakan WNI pemegang izin tinggal tetap di Arab Saudi.

“Mereka bukan jemaah umrah,” tambahnya.

Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RS Sulaiman Habib di Riyadh. Namun, Heni tidak merinci jenis luka yang dialami kedua WNI tersebut.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan korps diplomatik untuk memastikan kondisi keamanan serta keselamatan WNI setelah serangan.

Dalam pernyataan tertulis pada Senin (12/10/2026), KBRI Riyadh menyebut telah berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang anggotanya bekerja di sejumlah rumah sakit di Riyadh, serta komunitas WNI yang bekerja di Bandara Internasional Raja Khalid.

KBRI Riyadh juga memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di bandara tersebut pada hari kejadian.

Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Raja Khalid berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman.

Sputnik melaporkan, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya.

Serangan tersebut mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran.

Berdasarkan catatan Kemlu Arab Saudi, terdapat sekitar 581.000 WNI di negara tersebut, terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal (iqamah) dan 229.350 pengunjung atau peziarah. (ant/ham/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Rabu, 14 Oktober 2026
29o
Kurs