Rabu, 25 Maret 2026

Khofifah Instruksikan ASN Jatim Work From Home Setiap Rabu

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat meresmikan pemberangkatan mudik di depan Kantor DISHUB Jatim, Kamis (19/3/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mulai menerapkan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka efisiensi energi dan menjaga produktivitas.

Penerapan WFH dilaksanakan sehari dalam sepekan, dan mulai berlaku selepas Lebaran Idulfitri 2026.

Khofifah Indar Parawansa Gubrernur Jawa Timur mengatakan, ASN Pemprov Jatim melaksanakan tugas secara WFH setiap hari Rabu mulai awal April 2026.

Hari tersebut dipilih karena dianggap ideal dalam menjaga ritme kerja dan menekan potensi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Mulai minggu depan WFH kita dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis dan Jumat kita bekerja secara hadir langsung. Sistem WFH ini kami laksanakan selaras dengan kebijakan penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” katanya, pada Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan perhitungan, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh jarak sekitar 14 kilometer menuju kantor atau sekitar 28 kilometer pulang-pergi setiap hari. Sehingga, skema WFH satu hari dalam sepekan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi.

“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat ada kecenderungan libur panjang bahkan pulang kampung, rekreasi dan kegiatan lain yang menghabiskan BBM lebih banyak karena berlanjut dengan long weekend,” ujar Khofifah, seperti dilansir Antara.

Dia menegaskan, penerapan WFH bukan bentuk pelonggaran kerja, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, serta produktivitas tinggi dari seluruh ASN.

“Dengan sistem WFH, pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat. Sektor pelayanan publik tertentu tetap masuk penuh,” ujarnya.

Gubernur Jatim menilai, WFH lebih efektif menjaga produktivitas ASN dibandingkan Work From Anywhere (WFA). Skema WFH juga memungkinkan pantauan pelaksanaan kerja dari rumah melalui dukungan keluarga.

Selain itu, Gubernur Khofifah menegaskan, kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas layanan publik, dengan pengawasan ketat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terhadap kehadiran dan kinerja ASN.

“Produktivitas ASN tidak boleh menurun. Layanan publik harus tetap berjalan optimal, responsif, dan tanpa hambatan,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, momentum Idul Fitri menjadi titik awal memperkuat soliditas, solidaritas, serta komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Seluruh jajaran ASN harus kembali bekerja dengan kualitas yang lebih baik, lebih profesional, lebih bertanggung jawab, dan lebih berorientasi pada pelayanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Jatim menekankan ASN sebagai garda terdepan supaya masyarakat merasa aman, terlayani, dan diperhatikan oleh negara.

“Tidak boleh ada penurunan ritme kerja pasca libur. Hari pertama ini menjadi tolok ukur komitmen kita dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Kemudian, Khofifah meminta seluruh perangkat daerah menjamin dalam satu minggu ke depan seluruh layanan publik kembali berjalan 100 persen normal tanpa adanya penumpukan layanan.(ant/ily/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 25 Maret 2026
28o
Kurs