Selasa, 24 Februari 2026

Khofifah Perluas Pasar Murah Selama Ramadan untuk Stabilkan Harga Sembako

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menggelar pasar murah ke-25 di halaman Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Foto: Antara

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memperluas pengadaan pasar murah selama Ramadan. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026.

Pemprov Jatim menggelar pasar murah digelar di berbagai wilayah, termasuk yang ke-25 di halaman Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Adanya pasar murah disambut antusias ratusan warga, terutama ibu rumah tangga yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Setiap bulan puasa dan nanti menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga,” kata Khofifah dilansir dari Antara pada Selasa (24/2/2026).

Maka, lanjut Khofifah, pasar murah digelar supaya masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Tentu harapannya mereka bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lancar,” tambahnya.

Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram (kg), beras medium Rp11.000 per kg, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kg

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu memastikan pasar murah akan terus digelar sepanjang Ramadhan bahkan berlanjut selama 2026 sebagai langkah intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Kami sudah agendakan supaya program strategis seperti pasar murah ini bisa terus eksis sebagai ikhtiar menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Kita berseiring dengan apa yang dilakukan kabupaten/kota jadi sifatnya melengkapi,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, lokasi pasar murah ditempatkan sangat dekat dengan masjid dan mendekatkan penjangkauan di perkampungan warga.

“Saya selalu berpesan supaya lokasinya jauh dari pasar tradisional. Tentu harapannya ini bisa menyasar langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Gubernur Jatim.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lanjut usia (lansia) serta membagikan telur kepada ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga.

Ia juga memborong berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal. (ant/ily/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 24 Februari 2026
28o
Kurs