Minggu, 8 Februari 2026

Khofifah Sebut NU Miliki Peran Strategis dalam Pembangunan Bangsa

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyapa warga nahdliyin yang hadir dalam acara Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) telah menunjukkan kontribusi yang konsisten dan berkelanjutan dalam membangun peradaban bangsa Indonesia selama satu abad perjalanan organisasi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah seusai menghadiri Mujahadah Kubro peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, NU yang berdiri sejak 1926 memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, terutama melalui penguatan sektor pendidikan berbasis pesantren.

“Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” kata Khofifah dilansir dari Antara.

Dia menilai pesantren di bawah naungan NU tidak hanya berfokus pada pendidikan keilmuan dan keagamaan, tetapi juga berperan membentuk karakter generasi bangsa yang tangguh, moderat, dan memiliki sikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat.

Peran tersebut, lanjut Khofifah, membuat NU berkembang menjadi rumah besar umat yang mampu memberdayakan serta mengayomi masyarakat dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi.

Khofifah juga menyoroti konsistensi NU dalam merawat nilai Islam moderat sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Menurutnya, semangat moderasi beragama yang dikedepankan NU menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

“Nahdlatul Ulama terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin,” ucapnya.

Gubernur Jatim menambahkan, peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU yang mengacu pada penanggalan masehi menandai fase penting bagi organisasi tersebut dalam melanjutkan estafet perjuangan para pendiri.

“Nahdlatul Ulama menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia,” ucapnya. (ant/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 8 Februari 2026
26o
Kurs