Selasa, 10 Maret 2026

Khofifah Siap Dukung Kebijakan Kemenkomdigi Batasi Akun Medsos Anak

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Selasa (20/1/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mendukung kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dalam menerapkan kebijakan pembatasan akun media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Gubernur Jatim itu yakin kebijakan ini sangat strategis dalam menjaga keamanan dan masa depan anak-anak Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Ini sangat penting sebagai upaya perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai ancaman di ruang digital seperti pornografi, perundungan siber, penipuan daring, hingga potensi kecanduan digital,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya perkembangan teknologi digital yang sangat cepat memiliki banyak manfaat bagi pendidikan dan akses informasi, namun juga membawa risiko yang perlu dikelola secara bijak, terutama bagi anak-anak.

Oleh karena itu, Khofifah menilai kebijakan pembatasan usia menggunakan medsos sebagai langkah preventif supaya anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat baik secara mental, emosional, maupun sosial.

“Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Gubernur Jatim itu juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, platform digital, lembaga pendidikan, serta orang tua.

Untuk itu dia mengajak seluruh pihak, termasuk keluarga dan sekolah untuk berperan aktif memberikan literasi digital serta pendampingan kepada anak dalam memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Khofifah bilang Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui penguatan program literasi digital, edukasi penggunaan internet sehat, serta penguatan perlindungan anak di ruang digital.

“Teknologi harus memanusiakan manusia, bukan justru mengorbankan masa kecil anak-anak kita,” ungkapnya.(wld/lta/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 10 Maret 2026
29o
Kurs