Keberhasilan produksi tebu di Jatim, menurut Ujang tidak lepas dari peran daerah-daerah sentra utama. Wilayah Malang Raya tercatat sebagai sentra penghasil tebu terbesar yang konsisten menyokong volume produksi gula provinsi setiap tahunnya.
Adapun untuk menjaga konsistensi produktivitas lahan tebu, Dinas Perkebunan Jawa Timur saat ini sedang menerapkan program pemeliharaan tanaman secara berkala.
“Salah satu langkah teknis yang dijalankan adalah program bongkar ratoon yang wajib dilakukan setelah maksimal empat kali proses keprasan agar kualitas dan hasil panen tebu tidak menurun,” tambahnya.
Selain tebu, sektor perkebunan Jatim juga mengandalkan komoditas kopi dan kakao yang memiliki daya saing tinggi di pasar lokal maupun ekspor. Untuk komoditas kopi, Jawa Timur kaya akan varietas unggulan baik jenis Robusta maupun Arabika yang diminati pasar global.
Ujang mengungkapkan kalau saat ini Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada peningkatan produksi di hulu, tapi juga mendorong secara masif proses hilirisasi hasil perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk di tingkat petani.
NOW ON AIR SSFM 100

