Pascaloncat, para korban terombang-ambing di laut sekitar 2-3 jam, sampai akhirnya terdapat bantuan kapal penyelamat.
Namun karena kapal penyelamat di sekitarnya berjarak sekitar 2 kilometer, para para penumpang masih harus berenang menuju ke sana.
“Karena biasanya kan ada arus tinggi, ombak, dan sebagainya, khawatirnya berbenturan antar kapal, ya, sehingga mereka itu ada periode berenang menuju ke kapal penyelamat masing-masing, gitu. Jadi kalau ceritanya pasien, sekitar 2 atau 3 jam mereka harus berenang menuju ke kapal. Karena ada sekitar 2 kilometer jarak antara kapal yang terbakar dengan kapal sekeliling,” bebernya.
Saat terombang-ambing, para korban banyak meminum air laut dan mengalami kelelahan, sehingga rata-rata mengeluhkan muntah, vertigo, sesak napas, dan badan lemas.
Diberitakan sebelumnya, dari 11 pasien sejak dini hari sampai siang ini, 1 di antaranya sudah diperbolehkan rawat jalan. 9 lainnya rawat inap, sementara 1 pasien sampai sore ini masih observasi di IGD. (lta/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

