Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut sekitar 36 persen pemudik belum kembali ke Jakarta. Meski begitu, Irjen Pol Agus Suryonugroho Kakorlantas Polri mengatakan, kepadatan masih terjadi di jalan tol, pada Kamis (26/3/2026) malam.
“Hasil koordinasi dengan pihak Jasa Marga tinggal 36 persen. Malam ini berapa persen? Dan yang bergeser, mungkin nanti dari Jasa Marga,” ungkap Agus di kilometer 70 Tol Cikatama, Jumat (27/3/2026).
Sementara terkait puncak arus balik Lebaran 2026, Agus memperkirakan pada puncak arus balik gelombang kedua, 28-29 Maret 2026, tidak akan sepadat 24 Maret 2026.
“Kalau tadi saya diskusi sama beliau (Jasa Marga), kemungkinan puncak arus balik tertinggi adalah tanggal 24 kemarin. 256.388 dan itu termasuk arus puncak balik yang tertinggi sepanjang sejarah. Kalau yang tahap kedua kelihatannya tidak sampai,” ujarnya.
Sebelumnya, Korlantas Polri merencanakan penerapan one way lokal tahap pertama untuk memperlancar arus balik Lebaran 2026. Irjen Pol Agus Suryonugroho Kakorlantas Polri mengatakan, penerapan ini akan dibahas pagi ini bersama Menteri Perhubungan dan Dirut Jasa Marga.
“Mungkin besok kita juga rencanakan untuk melakukan one way lokal tahap pertama. Boleh mungkin dari 188 (Kilometer 188 Palimanan) atau 263 (kilometer 263 Tol Pejagan). Besok keputusannya seperti apa untuk bisa mempercepat arus balik yang dari Trans Jawa menuju ke Jakarta,” ujar Agus.
Agus mengatakan, skema rekayasa lalu lintas dipersiapkan untuk mengantisipasi gelombang dua arus balik Lebaran 2026.
“Persiapan untuk tanggal 28 (Maret 2026) jadi arus balik tahap kedua. Namun demikian, apabila dari kilometer 263 (Tol Pejagan) menuju ke kilometer 70 (Tol Cikatama) itu sudah terkuras flow-nya, tentunya hanya sampai di 263,” ungkapnya.(lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
