Sudah hampir empat bulan berlalu bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah Sumatera. Termasuk Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang sampai saat ini masih porak-poranda.
Berdasarkan pantauan suarasurabaya.net pada Senin (23/2/2026), Desa Kota Lintang Bawah berlokasi di bantaran Sungai Tamiang. Perkampungan ini terletak lebih rendah dari jalan raya dan di bawah Jembatan Kembar Kualasimpang.
Tenda semi permanen yang berjejer di samping Sungai Tamiang, menjadi pemandangan pertama saat memasuki kawasan Lintang Bawah.
Semakin masuk ke dalam desa, nampak ratusan rumah masih porak-poranda. Pohon-pohon tumbang dan endapan lumpur mengerak kering di area lapang.
Aktivitas warga setempat otomatis lumpuh dalam empat bulan terakhir. Susan warga Lintang Bawah mengaku semakin susah mencari pemasukan akhir-akhir ini pascabanjir bandang lalu.
“Yang sebelumnya saja sudah susah, apalagi yang sekarang (pascabanjir bandang). Semakin sulit buat kerjaan, kami akhirnya ya hidup seadanya. Tapi alhamdulillah kalau makan masih ada (yang membantu) jadi aman,” ungkapnya.
Selama ini, Susan terpaksa tinggal di tenda pengungsian yang berdiri di lahan dekat rumahnya. Sebab rumah miliknya sudah hanyut terbawa arus saat banjir bandang melanda kampungnya.
Selama ini ia sudah dijanjikan rumah hunian tetap (huntap) oleh pemerintah namun belum kunjung direalisasikan.
“Tinggal empat orang ini di tenda. Sebelumnya iya dijanjikan huntap, bisa selesai sebelum puasa. Tapi sekarang belum ada wujudnya,” katanya. (wld/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
