Selasa, 24 Februari 2026

KPK Duga Ada Transaksi Gelap dalam Penerbitan SKP PJK3 di Kemnaker

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Budi Prasetyo Juru Bicara KPK saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (23/2/2026). Foto: Antara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada beberapa pihak di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menerima uang saat mengurus penerbitan maupun perpanjangan surat keputusan penunjukan (SKP) untuk perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja (PJK3).

“Dalam penerbitan ataupun perpanjangan SKP itu, diduga ada uang tidak resmi yang diberikan PJK3 kepada oknum-oknum di Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Budi Prasetyo Juru Bicaea KPK saat dilansir dari Antara, pada Selasa (24/2/2026).

Dengan kondisi itu, KPK memeriksa sejumlah pihak dari Kemenaker sebagai saksi kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kemenaker, yakni pada 23 Februari 2026.

Mereka adalah AW selaku Kepala Seksi Pengawasan Norma Pesawat Uap dan Bejana Tekanan Kemenaker pada 2019, dan AWE selaku Kepala Subdirektorat Akreditasi Kemenaker pada 2021-2023.

“Saksi-saksi dari pihak Kemenaker didalami berkaitan dengan penerimaan uang dari penerbitan SKP ya, surat keputusan penunjukan bagi para perusahaan untuk melakukan pelatihan kepada personel-personel atau tenaga kerja yang ingin mendapatkan sertifikasi keterampilan tertentu,” ucapnya.

Sepertri diketahui sebelumnya, kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Pada 22 Agustus 2025, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) bersama sepuluh orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait dengan pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kemenaker.

Daftar lengkap tersangka adalah sebagai berikut:

1. Irvian Bobby Mahendro (IBM) Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022–2025
2. Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH) Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-2025
3. Subhan (SB) Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020–2025
4. Anitasari Kusumawati (AK) Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020–2025
5. Fahrurozi (FAH) Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret–Agustus 2025
6. Hery Sutanto (HS) Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025
7. Sekarsari Kartika Putri (SKP) Subkoordinator di Kemenaker
8. Supriadi (SUP) Koordinator di Kemenaker
9. Temurila (TEM) Pihak PT KEM Indonesia
10. Miki Mahfud (MM) Pihak PT KEM Indonesia
11. Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG) Wamenaker.

Kemudian, pada 11 Desember 2025, KPK mengumumkan tiga tersangka baru dalam kasus tersebut. Mereka adalah Sunardi Manampiar Sinaga (SMS) mantan Kepala Biro Humas Kemenaker, Chairul Fadhly Harahap (CFH) mantan Sekretaris Ditjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker, serta Haiyani Rumondang (HR) mantan Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker.(ant/ris/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 24 Februari 2026
29o
Kurs