Lonjakan arus urbanisasi pasca Lebaran 1447 Hijriah menjadi perhatian serius Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur.
Ia menilai fenomena perpindahan besar-besaran dari desa ke kota bukan sekadar dinamika kependudukan, melainkan sinyal persoalan struktural yang perlu segera ditangani.
Ning Lia mengungkapkan, urbanisasi yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi baru, baik di kota tujuan maupun di daerah asal.
“Lonjakan urbanisasi itu tidak baik bagi keberdayaan ekonomi bangsa. Yang terjadi justru penambahan angka pengangguran baru di kota-kota besar,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, banyak masyarakat desa tergoda oleh gambaran kesejahteraan di perkotaan tanpa dibekali keterampilan yang memadai. Akibatnya, tidak sedikit yang justru menghadapi kesulitan hidup setelah tiba di kota.
“Banyak yang datang ke kota dengan harapan tinggi, tetapi realitasnya tidak semudah itu. Mereka harus beradaptasi dari nol di tengah persaingan yang sangat ketat,” jelasnya.
Selain berdampak pada kota, Ning Lia juga menyoroti kerugian bagi daerah asal yang ditinggalkan oleh penduduk usia produktif. Ia menilai kondisi ini dapat menghambat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
“Kalau generasi produktif terus meninggalkan desa, siapa yang akan membangun daerahnya? Ini jelas merugikan upaya pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Sebagai langkah solusi, ia mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi kebijakan fiskal, khususnya terkait Transfer Keuangan ke Daerah (TKD).
Menurutnya, pemotongan anggaran di daerah justru memperlemah kemampuan daerah dalam menciptakan lapangan kerja.
“Kami berharap pemerintah pusat mengkaji ulang pemotongan TKD. Daerah tidak akan bisa mandiri jika dukungan anggarannya terus dikurangi,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan alokasi anggaran bagi daerah, terutama wilayah yang membutuhkan stimulus ekonomi agar mampu berkembang dan menahan laju urbanisasi.
“Kita harus menciptakan alasan kuat bagi masyarakat untuk tetap tinggal dan membangun desanya, bukan justru terdorong pergi karena minimnya peluang,” tambahnya.
Ning Lia menekankan bahwa kemandirian ekonomi nasional harus dimulai dari penguatan desa dan daerah. Dengan pemerataan fasilitas dan peluang kerja, ia optimistis arus urbanisasi dapat ditekan secara alami.
Dia berharap adanya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan inovasi daerah untuk memperkuat ketahanan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Timur. (faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
