Luhut menilai kerja sama dengan China memiliki peran dalam pengembangan sejumlah sektor industri strategis Indonesia, terutama melalui investasi dan dukungan teknologi.
Ia menyebut nilai investasi China di Indonesia selama sekitar satu dekade terakhir telah mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS, atau sekitar Rp1.260 triliun. Kerja sama itu dinilai memberi kontribusi terhadap perkembangan industri dan pengolahan sumber daya di Indonesia.
Meski demikian, Luhut menegaskan kemitraan ekonomi kedua negara perlu terus dikembangkan, agar tidak berhenti pada pembangunan pabrik dan fasilitas produksi.
Ia mendorong kerja sama itu diperluas ke bidang penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan begitu, industri Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah.
“Kami ingin bergerak dari kemampuan industri dan transfer teknologi menuju inovasi bersama, serta dari infrastruktur fisik menuju pengembangan manusia dan pengetahuan,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

