Seorang mahasiswi dilaporkan menusuk pacarnya menggunakan pisau diduga karena masalah asmara di sebuah kos kawasan Ketintang, Surabaya pada Senin (26/1/2026) malam.
Kompol Eko Damara Yudha Kapolsek Gayungan menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu pelaku inisial A (21 tahun) menyebut hendak menjenguk korban Z (21 tahun) karena mengaku sakit.
Pelaku berangkat dari kos barunya di kawasan Gubeng. Sebelum pergi ke Ketintang, A sempat belanja sejumlah peralatan kebutuhan kosnya termasuk pisau yang menjadi alat bukti dalam kasus ini.
“Jadi dari terduga pelaku mendatangi korban dalam rangka menjenguk. Pengakuan korban, sedang gak enak badan,” kata Eko ketika dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2026).
Namun sesampainya di kos tersebut, A tidak melihat Z di kamarnya. Lalu korban baru kembali pulang sekitar pukul 20.40 WIB dan mengaku baru keluar dengan wanita lain.
“Pelaku datang ke lokasi jam 20.40, kemudian pelaku langsung menanyakan kepada korban dan korban mengaku sudah berjalan dengan wanita lain. Kurang lebih seperti itu,” ungkapnya.
Mendengar pengakuan pacarnya itu, A tidak terima dan terjadi adu mulut di depan kos. Dari cekcok tersebut, pelaku kemudian menusuk korban sekali dan menyebabkan luka sepanjang 5 sentimeter di bagian lengan kiri.
“Ditusuk sekali. Terjadi luka gores 5 sentimeter. Bukan menancap tapi sobek. Sebelum datang, dia sempat belanja (keperluan kos) untuk pindah kos. Iya itu (alat pisaunya) dibeli untuk keperluan kos. Karena pelaku baru pindah kosan,” jelasnya.
Sesudah peristiwa tersebut, warga langsung mengamankan pelaku dan memanggil anggota Polsek Gayungan. Sementara korban langsung dilarikan ke RS Bhakti Rahayu untuk mendapat perawatan.
“(Pelaku) tidak kabur, dia diamankan warga. Cekcok dilerai warga langsung diamankan anggota polsek,” tuturnya.
Eko menyebut kondisi korban sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan dalam keadaan sadar.
“Masih di RS sampai betul-betul sehat. Kondisi dari awal sadar,” ucapnya.
Polisi masih mendalami peristiwa ini dengan meminta keterangan dari keluarga korban dan terduga pelaku untuk melanjutkan proses hukum kasus ini.
“Sementara kami dalami, karena masih menunggu keluarga korban dan si terduga pelaku. Karena keluarga korban akan terbang dari Banjarmasin,” katanya.
Namun dari pemeriksaan sementara, terduga pelaku menyampaikan penusukan tersebut diduga karena masalah asmara. Ia mengaku memiliki hubungan dengan korban selama sekitar 1,5 tahun.
“Iya masalah pribadi, karena diduga selingkuh. Mereka putus nyambung kurang lebih 1,5 tahun,” tandasnya. (wld/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
